Saat Menjelajah Museum Arkeologi Onrust Dilarang Membuat Video Horor

Wisatawan mancanegara tak jauh dari rumah dokter periode RS Karantina Haji 1911-1933. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (6/2/2024), AMUNISI.CO.ID – Sungguh mengasyikkan berkunjung ke Museum Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu, perairan Teluk Jakarta. Selama tahun 2023 yang lalu jumlah pengunjung pulau-pulau bersejarah tersebut mencapai 25.000 orang lebih, tepatnya 25.847 orang. Berarti tiap bulan rata rata pengunjungnya mencapai 2.100 orang.

Wajah baru dermaga Pulau Onrust.

Banyak di sana pemandangan dengan spot-spot menarik penuh bangunan kuno, klasik, indah, sekaligus juga seram, mencekam karena sebagian masih alamiah dengan sisa sisa bangunan maupun puing puingnya di bawah pohon-pohon besar nan rindang. Hal itu membuat pegunjung tergerak untuk merekamnya baik dalam bentuk foto maupun video dan audio visual. Tetapi untuk membuat video yang seram bernuansa mistis dan horor sampai sekarang tetap dilarang.

Bacaan Lainnya

“Itu tidak edukatif, Pak. Karena pulau-pulau itu kan pulau sejarah. Tentunya lebih bagus untuk dijadikan salah satu referensi sejarah. Bila konten yang tersebar hal yang seram atau misteri, itu tidak mendidik bagi masyarakat,” kata Mis’ari, Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta di kantornya, Selasa (6/2/2024).

Pekerjaan perbaikan di pantai selatan Pulau Kelor.

Diakui oleh Mis’ari di musim hujan sekarang ini pengunjung Museum Arkeologi Onrust sedikit menurun. Kebetulan Pulau Kelor yang memiliki benteng Martello berpenampang lingkaran sebagai ikon pariwisata Kepulauan Seribu sedang ditutup. Sebab selama beberapa bulan ini ada pekerjaan penyelamatan pulau dari abrasi. “Diperkirakan sekitar dua pekan lagi Pulau Kelor dibuka untuk pengunjung. Itu baru perkiraan ya,” ujar Mis’ari.

Petugas keamanan di Pulau Kelor, Yusup , Minggu (4/2/2024) mengaku memang sudah beberapa bulan ini pulau dengan benteng yang dibangun tahun 1850 itu tidak dibuka untuk wisatawan. “Hingga sekarang pekerjaan perbaikan di Pulau Kelor bagian selatan masih berlangsung,” kata Yusup. Ia yakin kalau nanti pekerjaan itu sudah selesai akan membuat pengunjung lebih merasa nyaman di pulau berpantai pasir putih tersebut.

Ratusan beton hexagon pemecah geiombang di pantai utara Pulau Kelor, dan bongkahan reruntuhan tembok bata merah yang sudah ratusan tahun terhampar di pantai barat laut, membuat pulau mungil ini tampak menakjubkan. Memandang ke barat daya terlihat Pulau Onrust yang benar benar tak pernah istirahat menebarkan pesona kesejarahannya.

Ridwan Saide pemandu Pulau Onrust ketika dihubungi Jumat yang lalu menuturkan, kini dermaga pulau tersebut berwajah baru. Yang semula tiang dan rangka atap dermaga itu berkonstruksi besi, kini terbuat dari kayu. Terkesan alamiah dan lebih ramah.

Dari dermaga ini memandang ke selatan tampak Pulau Cipir atau Pulau Kahyangan. Di situ disediakan tempat rekreasi pantai yang cukup memadai bagi keluarga dengan ketersediaan air tawar untuk berbilas.

“Musim barat ini pengunjung memang agak sepi. Tetapi selalu ada, khususnya di akhir pekan,” kata Ridwan Saide yang sedang memandu wisatawan mancanegara. Namun pada musim liburan sekolah jumlah pengunjung destinasi wisata edukasi sejarah kebaharian ini mencapai titik puncak. Tercatat tahun 2023 bulan Juni mencapai lebih 4.300 orang, sedang Juli sedikit turun ke angka 3.700 an. (PRI)

Total Views: 1235

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *