JAKARTA (8/9/2024), AMUNISI.CO.ID- Bakmi Sultan yang awal Agustus 2024 meluncurkan 28 gerai bersama BAZNAS Bazis DKI di Jakarta Timur, kini telah memiliki gerai yang ke 29. Gerai Bakmi Sultan ke 29 itu dibuka pada 5 September di Cikalong, Kecamatan Tawang, Kabupaten Tasikmalaya.
Rizki Agustian pemilik merk Bakmi Sultan, mengungkapkan hal itu di tempat usahanya di RT 13/09 Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Minggu (8/9/2024). “Kali ini tidak bekerja sama dengan Baznas melainkan langsung dengan pemilik usaha setempat,” imbuh Rizki Agustian.
Sedang semua bahan-bahan yang dimasak di gerai tersebut dikirim dari pusat Bakmi Sultan di Jakarta. Mengenai kualitas dan rasanya menurut Rizki Agustian harus dipertahankan seperti aslinya. “Bakminya itu tahan sebulan bila disimpan di kulkas. Kalau di freezer bisa lebih lama lagi,” tambahnya.
Bakmi Sultan telah mendapat pengakuan dari Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha dan Menengah Provinsi DKI Jakarta pada Desember tahun 2023 sebagai 30 UMKM Terbaik dengan katagori Makanan Cepat Saji.
Dari sini kata Rizki, Bakmi Sultan menjalin kerja sama dengan Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta mendidik 28 pelaku usaha kecil yang sudah diluncurkan dan berjualan di wilayah kota administrasi Jakarta Timur.
“Dari 28 orang itu ada tiga orang difabel binaan Baznas Bazis Provinsi DKI. Mereka berjualan di Tanah Abang sekitar Kantor Baznas Bazis DKI Jakarta,” ungkapnya.
Sehari sebelumnya, Siti Najibah yang berjualan Bakmi Sultan di depan rumahnya dekat musholla di Pedaengan RT 005/08 Kelurahan Penggilingan mengaku pertama jualan akhir Agustus bakminya laku 73 porsi. Hari kedua 40 porsi dan ketiga serta keempat susut tinggal 33 dan 17 porsi.
“Penyebabnya saya kira di sekitar sini sudah banyak yang jualan bakmi. Harganya juga hanya Rp 12.000 sampai Rp 13.000 sudah pakai pangsit,” kata Najibah.
Diapun mengakui, sebagai kader PKK Kecamatan Cakung Najibah terkadang harus ke kantor Kecamatan dengan tugasnya di Pokja 4 Bidang Kesehatan. Diakui pula oleh Najibah, penjual bakmi yang sama tetapi laki laki penjualannya sehari laku berkisar antara 40 sampai 44 porsi, dan hingga kini masih bertahan.
Ketua RW 09 Penggilingan H Koiman yang juga sesama pengusaha mengakui bakmi Sultan bikinan wargamya itu lumayan enak. “Saya sudah merasakan waktu launching pertama tahun lalu. Tetapi setelah relaunching awal Agustus 2024 di kantor Wali Kota Jakarta Timur itu, belum mencoba lagi. Yang penting harus dilakukan promosi dan pengenalan terus,” kata H Koiman sambil menekankan pentingnya mempertahankan mutu dan rasa produknya. (PRI)





