JAKARTA (19/05/2026), AMUNISI.CO.ID – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Demokrasi akan menggelar aksi demonstrasi pada Rabu besok, 20 Mei 2026 di Jakarta, sebagai bentuk sikap tegas terhadap dugaan politisasi Badan Usaha Milik Negara melalui penempatan kader aktif partai politik pada jabatan strategis perusahaan negara.
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas pengangkatan Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) yang dinilai menimbulkan polemik publik dan mencederai prinsip independensi dalam tata kelola BUMN.
Koordinator Lapangan aksi, Oki menegaskan bahwa mahasiswa dan pemuda hadir untuk menjaga demokrasi ekonomi serta memastikan BUMN tetap berjalan secara profesional dan bebas dari kepentingan politik praktis.
“Kami melihat ada persoalan serius ketika jabatan komisaris independen justru diisi oleh pengurus aktif partai politik. Posisi itu seharusnya netral, profesional, dan bebas konflik kepentingan,” tegas Oki dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, praktik tersebut dapat merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara serta membuka ruang intervensi politik dalam pengelolaan perusahaan milik negara.
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Demokrasi menilai BUMN memiliki fungsi strategis dalam pembangunan ekonomi nasional sehingga tata kelolanya harus berbasis profesionalisme, transparansi, dan meritokrasi.
Dalam aksi tersebut, massa akan membawa lima tuntutan utama, yaitu mendesak pengunduran diri Sutan Adil Hendra dari jabatan Komisaris Independen PTPN I, meminta evaluasi total terhadap penempatan kader partai di BUMN, mendesak transparansi proses seleksi komisaris independen, meminta Partai Gerindra menarik kader aktifnya dari jabatan strategis BUMN, serta mendesak Presiden Republik Indonesia dan Menteri BUMN menghentikan praktik politisasi BUMN.
Oki menegaskan aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa dan pemuda terhadap jalannya pemerintahan serta komitmen menjaga integritas lembaga negara.
“Kami ingin menegaskan bahwa BUMN bukan alat politik kekuasaan. BUMN adalah aset negara yang harus dikelola untuk kepentingan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Aksi direncanakan berlangsung secara damai dengan melibatkan elemen mahasiswa dan pemuda dari berbagai daerah. ***





