JAKARTA (18/6/2024), AMUNISI.CO.ID — Sampai hari tasyrik Idul Adha 1445 H, Selasa (18/6/2024) pemotongan hewan qurban masih dilakukan. Ini terlihat seperti di halaman kantor Wali Kota Jakarta Timur di Pulogebang dengan hewan qurban 10 sapi dan 14 kambing yang diawali penyerahan sapi oleh Wali Kota M Anwar dan pemotongan khusus qurban kambing di halaman Masjid Asy Syaakiriin di Pondok Bambu sebanyak 81 ekor.
Jumlah hewan qurban khususnya sapi yang dipotong di Jakarta Timur agak menyusut dan ada pula yang sama dengan tahun lalu.
Namun beberapa panitia qurban di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung dan Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit menyatakan jumlah sapi qurban yang dipotong meningkat.
Seperti di RW 09 Penggilingan, jumlah hewan qurban yang telah dipotong Senin (17/6/2024) 25 ekor sapi dan 42 ekor kambing di 3 lokasi pemotongan yaitu di halaman musholla Ar Rahmah di RT 012/09, di masjid Al Istiqomah di RT 006/09 dan di Masjid Al Muhajirin di Blok A.
“Jumlah itu meningkat dibandingkan Idul Adha tahun 2023 yang lalu dengan hewan qurban 21 ekor sapi dan 41 ekor kambing. Alhamdulillah,” ujar H.Koiman Ketua RW 09 Penggilingan di rumahnya, Selasa (18/6/2024).
Menurut Koiman, kali ini pemotongan sapi qurban di halaman masjid Al Istiqomah dilakukan lagi dengan alat peroboh sapi.
“Tahun lalu alat itu tak digunakan karena ada bagian yang rusak. Padahal selama 4 kali Idul Adha digunakan terus untuk mempercepat pekerjaan pemotongan sapi qurban,” kata Koiman.
Pimpinan DKM Masjid Al Istiqomah H. Budi Supeno menamakan peralatan tersebut sebagai Alat Bantu Roboh Hewan.
Alhamdulillah respon dari sohibul qurban sangat positif. Mereka menilai alat tersebut lebih menampilkan rasa prikehewanan. Sebab tidak menimbulkan siksaan saat akan disembelih karena hewan qurban dirubuhkan secara pelan pelan, tidak dibanting,” ujar H Budi.
RW 03 Malaka Jaya yang juga dikenal sebagai Kampung Kembar mengalami peningkatan jumlah hewan qurban tahun ini.
Menurut Panitia Qurban RW 03 Malaka Jaya yang diketuai Achmad Zarkasih, Senin (17/6) pihaknya memotong qurban sapi 16 ekor dan kambing 15 ekor di halaman masjid Al Mujahidin.
Ketua RW 03 Malaka Jaya M Zainudin mengakui hal itu. “Berikut Masjid Nurul Islam yang memotong qurban 3 ekor sapi dan 4 ekor kambing di hari tasyrik, maka tahun ini seluruhnya menjadj 19 sapi dan 19 kambing,” ujarnya.
Menurut Zainudin tahun lalu jumlah hewan qurban di RW 03 yang meliputi para pequrban jamaah masjid Darul Arqam dan Al Mujahidin ada 17 sapi dan 21 kambing qurban.
“Jadi tahun ini meningkat,” tandasnya. Sebab perbandingannya seekor sapi sama dengan 7 ekor kambing. Sebagai pengingat, tahun ini dihiasi lepasnya seekor sapi qurban malam sebelum dilakukan penyembelihan. Namun dapat ditangkap kembali beramai ramai.
Ketua RW 011 Pondok Bambu H Joko Martono pengurus Masjid Asy Syaakirin dan Ketua Panitia Qurban Masjid Asy Syaakiriin di RW 08 Pondok Bambu mengungkapkan, jumlah hewan qurban di tempat masing masing relatif sama dengan tahun lalu.
Saat ini memotong 16 sapi dan 81 kambing. sementara tahun lalu jumlah sapinya sama tetapi kambingnya 88 ekor. Selasa kemarin pemotongan dan pendistribusian daging kambing qurban tuntas sebelum adzan Ashar. Tentu pembagiannya tanpa pandang agama dan golongan sebagaimana diajarkan sesuai syariatnya.
Joko Martono menuturkan Musholla At Taqwa di RT 01/11 Pondok Bambu memotong 4 sapi dan 26 kambing. Hampir sama dengan tahun lalu 4 sapi dan 25 kambing.
Tokoh masyarakat RW 04 Cipinang Melayu H Sammy Faried Massie juga mengakui semangat berqurban warga Muslim Jakarta Timur tetap kuat.
“Memang hewan qurban di Masjid Al Hidayah RT 004/04 tahun ini menurun. Itu karena sekarang harus berbagi dengan warga jamaah Masjid Nurul Iman di RT lain tetapi juga RW 04 Cipinang Melayu,” tutur H Sammy yang juga Ketua DPD PITI Jakarta Timur itu.
Dari rangkaian semua peristiwa dan datanya dapat disimpulkan semangat berqurban sebagaimana diajarkan Nabi Ibrahim Alaihisalam dan kebersamaan warga Jakarta Timur tetap membara. (PRI)





