Hasil Penggalian di Pulau Onrust, Dinding Bastion Timur Benteng Bukan Batu Bata Melainkan Kayu

Arkeolog Candrian Attahiyat menunjuk galian sayap barat benteng Onrust. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (22/11/2023), AMUNISI.CO.ID – Dari penggalian arkeologi di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu sampai hari yang ke 11, diketahui bahwa benteng di pulau itu tembok bastion sisi timurnya bukan dari batu bata ataupun batu alam melainkan dari kayu.

Tim ekskavasi bekerja

Demikian diungkapkan Ketua Tim Ekskavasi di Pulau Onrust, Candrian Attahiyyat seorang Arkeolog Senior kepada Amunisi.co.id, Rabu (22/11/2023). Lebih lanjut Candrian menjelaskan sisa kayu yang menempel pada tanah tidak ditemukan.

Bacaan Lainnya

“Tetapi pegawai di Pulau Onrust menemukan sisa kayu. Dari hasil analisis tim ekskavasi, kayu tersebut adalah dinding bastion timur,” kata Candrian.

Tim yang dipimpinnya terdiri atas tim arkeologi enam orang dan tim geo radar dua orang. Mereka selama ini menginap di gedung kuno dekat dermaga Onrust yang pada periode karantina haji tahun 1911- 1933 digunakan sebagai dapur umum.

Galian sayap timur benteng Onrust.

Sekarang tim ekskavasi menggali bagian sisi barat benteng dan bastionnya.Ternyata memang dapat ditemukan sisa sisa fondasi bangunan untuk pertahanan zaman VOC.

Secara terpisah Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari mengatakan selama penggalian tersebut tak ada larangan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Taman Arkeologi Onrust.

Seperti telah dikatakan oleh Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Taman Arkeologi Onrust Teuku Muhammad Rizki Ramadhan bahwa bagian yang sedang dilakukan ekskavasi telah diberi batas untuk tidak dimasuki pengunjung.

Karena itu jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Atkeologi Onrust normal saja. Seperti sebelumya bila akhir pekan yaitu hari Sabtu dan Minggu jumlah pengunjung lebih banyak.

Pulau Onrust 8,2 Ha. Pada tahun 1982 masih 12,8 Ha.

Selama tahun 2023 hingga akhir Oktober jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Arkeologi Onrust mencapai 25.837 orang. Masih di bawah Museum Bahari di Penjaringan Jakarta Utara dengan pengunjungnya mencapai 38.572 orang.

Taman Arkeologi Onrust dan Museum Bahari berikut Rumah Si Pitung di Marunda sama-sama di bawah pengolaan UP Museum Kebaharian Jakarta.

Pada bulan Juni dan Juli yaitu masa liburan sekolah, terjadi sebaliknya. Taman Arkeologi Onrust lebih banyak dikunjungi wisatawan. Tercatat pengunjungnya 4.300 dan 3.700 orang lebih. Sementara Museum Bahari pengunjungnya 3.300 dan 3.200 orang lebih.

Pekan lalu Kasatpel Taman Arkeologi Onrust Teuku Muhamad Rizki Ramadhan mengatakan, kegiatan ekskavasi dilakukan tanggal 8 sampai 22 November 2023, untuk melanjutkan penelitian dan penggalian yang pernah dilakukan pada tahun 1995.

Itu untuk pembuktian titik lokasi akses keluar masuk dan batas-batas bastion benteng pertahanan Pulau Onrust mengacu kepada denah Pulau Onrust yang digambarkan oleh JW Heydt tahun 1744.

Ekskavasi itu menggali kembali benteng maupun benda-benda arkeologis yang ada di Pulau Onrust dan sekitarnya. Temuan ini nanti akan disimpan dan display di Museum Arkeologi Onrust.

Ini merupakan salah satu program Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Dinas Kebudayaan di bidang Perlindungan Kebudayaan. Diharapkan, dari hasil kegiatan ini dapat menjadi dasar pertimbangan pelestarian cagar budaya di Pulau Onrust dan dapat mendukung narasi edukasi yang disajikan oleh Museum Arkeologi Onrust kepada masyarakat yang berkunjung.

Candrian Attahiyyat selaku ahli bangunan cagar budaya menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk penelitian dan membuktikan benteng besar berbentuk segi lima dengan bastion pada masing-masing sudutnya itu sesuai dengan denah. “Kita juga mengukur ketebalan benteng, karena di peta tidak ada keterangannya,” kata Pak Can.

Ternyata ketebalan benteng itu tidak merata melainkan berkisar antara 1,5 meter hingga 2 meter. “Kami juga mendata kembali bastion yang terungkap baru tiga,” ujarnya. (PRI)

Total Views: 1187

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *