JAKARTA (11/5/2023), AMUNISI.CO.ID – Banyak warga Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) yang datang ke Rumah Si Pitung di Marunda, Cilincing, Jakarta, tiap Sabtu dan Minggu. Mereka kebanyakan berekreasi keluarga, di antaranya belajar permainan tradisional Betawi seperti egrang, gasing dan congklak atau dakon. Sebagian besar juga penasaran ingin melihat Rumah Si Pitung serta sejarahnya berkaitan dengan tokoh pahlawan Betawi di zaman kolonial Belanda tersebut.
“Rata rata tiap hari Sabtu dan Minggu pengunjung Rumah Si Pitung berkisar antara 75 – 80 orang, bahkan bisa lebih,” kata Kepala Satuan Pelayanan Rumah Si Pitung Sumardi, di Jakarta, Kamis (11/5/2023). “Di samping permainan tradisional Betawi, di Rumah Si Pitung juga ada workshop batik dari komunitas batik Seraci. Tetapi saat ini pelatihnya sedang di luar kota,” tambah Sumardi.
Diakui oleh Sumardi, peralatan egrang, gasing dan dakon atau congklak, dan juga wayang golek disediakan di lantai atas Gedung Serbaguna. “Tetapi untuk belajar egrang dan gasing seharusnya di halaman bawah agar lebih leluasa,” kata Sumardi.

Mengenai data pengunjung, Sumardi menuturkan Sabtu (29/4/2023) ada 97 orang dan Minggu (30/4/2023) ada 171 orang. Akhir pekan berikutnya Sabtu (6/5/2023) hanya 26 orang, Minggu (7/5/2023) mencapai 188 orang. Sementara hari Kamis (11/5/2023) pengunjungnya 24 orang.
Menurut Sumardi, Rumah Si Pitung memang diarahkan sebagai destinasi wisata edukasi budaya, khususnya budaya Betawi Pesisir. “Dari bangunan penunjang Rumah Si Pitung di lantai atas, kita juga dapat memandang ke laut,” kata Sumardi. Di sana terlihat kapal dan perahu. Rumah Si Pitung maupun dua bangunan penunjang semuanya berbentuk rumah panggung dengan tangga terbuat dari kayu.
Minggu lalu terlihat satu keluarga bersantai di lantai atas gedung serbaguna. Seorang anak mengaku bernama Habibi, kelas 3 SD Poncol Bekasi bersama kakak perempuannya Sifa yang sudah klas 8 (SMP) tampak belajar egrang “Ternyata sulit ya,” kata Sifa sambil memegang sepasang egrang. Adik kecilnya mengambil sepasang egrang yang tersandar di dinding ternyata sudah rusak. “Iya nanti kita bikin lagi dengan bambu yang bagus,” kata Sumardi.
Lain lagi dengan Pak Lutfi (50), ia mengaku sedang pesan kerak telor ke Bang Roy. Sambil antre menunggu pesanannya jadi, bapak dari Jatiasih, Bekasi itu naik ke lantai atas mencoba bermain gasing. “Wah kalau di sini kurang luas tempatnya,” kata Lutfi sambil memasang tali di leher gasing. Ia menjadi bernostalgia ingat masa kecilnya.
Sementara di lantai bawah Rumah Si Pitung, kelompok kesenian dari RW 07 Marunda Pulo sedang berlatih tari Betawi. Pengunjung destinasi pesisir Jakarta Utara itu pun banyak tertarik mendengar suara musik tradisional mengiringi penari dengan pakaian seadanya melenggang lenggok dengan lincahnya.
Rohim dan Tama karyawan Rumah Si Pitung menambahkan bila ada pertunjukan teater, pengunjung akan bertambah banyak lagi. (PRI)




