JAKARTA (20//2/2023), AMUNISI.CO.ID – Kesenian Wayang Potehi yang berasal dari Tiongkok Selatan digelar lagi di Museum Wayang Unit Pengelola Museum Seni Jakarta di Kota Tua, Minggu (19/2/2023) siang. Dalangnya Andhika Pratama dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Bangsa Universitas Indonesia (FIB UI) Depok, dengan lakon Sie Jin Kwie Ceng Tang.
“Itu merupakan pergelaran Wayang Potehi di Museum Wayang di Kota Tua setelah 8 tahun. Pergelaran Wayang Potehi yang terdahulu dilakukan di Museum ini tahun 2015,” kata Sari Permana, Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Museum Wayang Unit Pengelola Museum Seni Jakarta, Senin (20/2/2023).
Lebih lanjut Sari Permana mengungkapkan, pergelaran Wayang Potehi ini merupakan pergelaran kedua dalam program 19 kali pergelaran berbagai jenis wayang di Museum Wayang Unit Pengelola MuseumSeni Jakarta selama tahun 2023.
“Pergelaran wayang ini diadakan tiap akhir pekan untuk memberikan hiburan sekaligus pemahaman wayang kepada masyarakat dan wisatawan di Kota Tua. Untuk berikutnya Minggu (26/2/2023) akan digelar Wayang Golek Sunda oleh dalang Ki Wiwid Widyasana dengan cerita Sukma Dewa. Itu semua dapat diikiti secara live streaming melalui kanal medsos Museum Seni atau Museum Wayang,” tutur Sari Permana.
Waktu pembukaan pergelaran wayang potehi pada Minggu (19/2/2023) hadir Ketua II Pepadi DKI Jakarta Sumardi, Sekjen Pepadi DKI Jakarta Eko Setyono dan Ketua Bidang Edukasi Darudjimat. Para mahasiswa FIB UI, selain mereka yang menjadi crew Wayang Potehi, juga hadir.

Pada pergelaran tersebut dalang Andhika Pratama dibantu asisten dalang Mila dan Deska, serta para nayaga yang kesemuanya mahasisws FIB UI. Membawakan cerita Sie Jin Kwie Ceng Tang, terlihat dalang Andhika cekatan di balik layar, menggerakkan wayang potehi.
“Yang saya kagumi, waktu adegan perang terlihat tokoh Sie Jin Kwie yang berbusana warna putih itu melompat tinggi. Dan musuhnya ada tiga berlarian keluar masuk panggung kecil melalui dua atau tiga pintu,” kata Umi Kinanthi, seorang wanita penggemar wayang dari Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Umi Kinanthi ketika mudanya beberapa kali bermain pethilan atau fragmen wayang. Namun menyaksikan Wayang Potehi baru pertama kali ini.
Lain lagi dengan Ruslan, warga Kenari, Kecamatan Senen , Jakarta Pusat. Ia mengaku sudah dua kali menonton pergelaran Wayang Potehi. Yang pertama juga di Kota Tua, namun sudah lama. “Ceritanya kali ini bagus. Dari miskin sampai menjadi pahlawan kebenaran,” kata Ruslan usai pergelaran tersebut.
Sinopsis ceritanya, Sie Jin Kwie adalah tokoh pahlawan pada masa kerajaan Tai Tong Tiauw di Tiongkok tahun 618 – 907 Masehi. Sie Jin Kwie ini dianggap salah seorang titisan Pek Hauw Cee atau Bintang Harimau Putih. Kaisar Tong Tay Cong, Lie Sien Bien dan Sie Jin Kwie dianggap sebagai tuan penolong untuk memenangkan peperangannya ke wilayah timur Kerajaan Liu Tang Ko Le Kok (Jazirah Korea).
Namun pertemuan antara Kaisar Lie Sie Bin dengan Sie Jin Kwie selalu mengalami halangan dari menteri Kang Sin atau Dorna bernama Tyo Su Kwi. Di sini terlihat perjuangan Sie Jin Kwie sedari miskin sampai menjadi pahlawan melawan Khai So Bun dari Ko Le Kok (Korea). Ternyata Khai So Bun adalah salah satu titisan dari Bintang Naga Hijau.
Usai pergelaran Andhika mengaku kepada Amunisi.co.id pertama kali waktu ia umur 23, tertarik pada pergelaran Wayang Kulit. Namun setelah umur 24 saat ini Andhika yang tinggal di Gunung Sahari itu terpanggil untuk melestarikan Wayang Potehi sebagai kesenian leluhurnya. Ia pun belajar dari dalang wayang tersebut di Surabaya dan Semarang.
Wayang Potehi selama ini biasa dimainkan dikelenteng atau vihara pada perayaan Imlek.
Namun di Mal Ciputra baru baru ini juga dipergelarkan. “Saya diminta menjadi asisten dalang,” pungkasnya.
Pengunjung Museum Wayang selama tahun 2022 mencapai 78.986 orang, termasuk wisatawan mancanegara (wisman) 5.927 orang atau 7,5%. Bulan Januari 2023 pengunjung Museum Wayang mencapai 20.168 orang termasuk wisman 368 orang atau 1,8%.
Bila dibandingkan Januari 2022 dengan pengunjungnya 7.360 orang, maka Januari tahun 2023 ini mengalami kenaikan menjadi 2,4 kali lipat Data pengunjung tersebut diakui Kepala Unit Pengelola Museum Seni Jakarta Sri Kusumawati atas laporan Rusdi Bahawan dari bagian loket Museum Wayang. (PRI)




