JAKARTA (9/8/2024), AMUNISI.CO.ID — Sebanyak 28 orang UMKM Jakarta Timur penjual bakmi penerima bantuan Baznas Bazis DKI Jakarta dan Bakmi Sultan yang telah diluncurkan Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar pada Kamis (1/8/2024), sampai kini belum mulai menjajakan dagangannya. Hal itu dikarenakan gerobak gerobak sepedanya ada kerusakan dan sedang diperbaiki di bengkel. Demikian diungkapkan Koordinator BAZNAS Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah menjawab pertanyaan Amunisi.co.id, Jumat (9/8/2024).
Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Bidang II Baznas Bazis DKI Jakarta Saat Suharto Amjad ketika dihubungi Amunisi Jumat (9/8/2024) malam melalui handphonenya.
“Ya betul. Gerobaknya masih diperbaiki di bengkel. Sepertinya ada kesalahan konstruksi apa desainnya,” kata Saat Suharto. Diperkirakan perbaikan 28 gerobak tersebut memakan waktu sampai dua pekan.
“Perbaikan bisa sampai dua minggu. Kalau tidak diperbaiki, dikhawatirkan gerobak sepeda itu membahayakan penggunanya,” tambah Saat Suharto.
Dari 28 orang pedagang tersebut diakui oleh Pak Saat Suharto ada tiga orang difabel yaitu tuna rungu dan dari Jakarta Timur juga. Mereka bisa beraktivitas berjualan melayani pelanggan, namun berkomunikasinya dengan bahasa isyarat.
Menurut Wakil Ketua Bidang II Baznas Bazis DKI Jakarta ini peluncuran bantuan Saudagar Tangguh bersama Bakmi Sultan ini baru ada di Jakarta Timur. Namun terbuka kemungkinannya untuk dilakukan juga bersama Jakpreuneur/UMKM di wilayah kota Jakarta yang lain.
“Bakmi Sultan itu pemenang Jakpreneur terbaik se DKI Jakarta tahun 2023,” ujarnya.
Sementara itu Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisab menjelaskan kegiatan Saudagar Tangguh- Bakmi Sultan tersebut merupakan program yang berbentuk pemberian bantuan paket usaha bakmi dari Bakmi Sultan.
Bantuannya berupa lisensi merek Bakmi Sultan, peralatan berupa gerobak sepeda, dandang, sumpit masak, wadah toping, tabung gas 3 kg, kompor, bahan baku, seragam dll, ditambah BPJS.
Peserta program ini 53 orang ikut seleksi,. Namun yang memenuhi syarat administrasi 41 orang. Setelah tahap interview potensi usaha dan asesment kelayakan mustahik, ternyata yang lolos 28 orang. Dari jumlah itu 25 orang merupakan warga Jakarta Timur. Rinciannya 20 orang dari Kecamatan Cakung, 4 dari Kecamatan Duren Sawit, dan seorang dari Kecamatan Matraman.
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar ketika meluncurkan program bantuan hasil pelatihan Baznas Bazis DKI Jakarta tersebut berharap agar para penerima manfaat itu bisa berkembang secara ekonomi dengan semangat berdagang yang tinggi. (PRI)





