JAKARTA (29/11/2024), AMUNISI.CO.ID — Selama tahun 2024 ini Baznas Bazis Jakarta Timur melakukan 161 bedah rumah duafa dengan biaya Rp8.855.000.000 dan merenovasi 53 rumah duafa lainnya dengan biaya Rp885.500.000 di sepuluh kecamatan se-Jakarta Timur. Dengan demikian biaya seluruhnya Rp9.740.500.000.
Sebagai perbandingan, tahun 2023 Baznas Bazis Jaktim melakukan 167 bedah rumah duafa dengan biaya seluruhnya Rp8.350.000.000. Dengan demikian tahun 2024 ini seluruh rumah duafa yang diperbaiki 214 rumah. Sedangkan anggaran untuk perbaikan rumah duafa tersebut bertambah Rp 1.390.500.000 atau meningkat 16,65% dibandingkan tahun lalu.
Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Napisah mengungkapkan itu menjawab pertanyaan Amunisi.co.id, Kamis(28/11/2024) di tengah ramainya pembicaraan masyarakat tentang hasil quick count Pilgub DKI Jakarta.

Sesuai laporan Anas Abi Anzah dari Seksi Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Bazis Jaktim, lebih lanjut Eka Napisah menyebut rumah duafa yang selesai dibedah sudah banyak. “Di antaranya rumah Bu Ningsih di RT 01/01 Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Matraman dan satu rumah warga Pekayon, di Jl Sawi, RT 04/01,” tambahnya.
Anas dari seksi distribusi optimis Desember mendatang sisa 21 bedah rumah yang dalam proses telah selesai untuk ditempati kembali. Mengenai korban kebakaran 68 rumah di RT 05/RW 01, Rawabunga, Jatinegara Minggu (26/11), Eka menjelaskan Baznas Bazis Jsktim sudah survei ke lokasi untuk memberikan bantuan. “Sudah kami laporkan kepada Pak Walikota. Kini sedang dijadwalkan,” kata Eka.
Hari Minggu (26/11/2024) sore wartawan Amunisi usai meliput kebakaran di Rawabunga terus meninjau rumah Ningsih di RT 001/01 Kelurahan Kayumanis. Rumah di gang kecil itu tampak baru dengan cat tembok warna kombinasi hijau dan kuning dengan lisplangk motif gigi balang khas Betawi. Pintu dan kusen warna putih tampak kekar.
“Wah kami berterimakasih kepada Baznas Bazis Jskarta Timur dan kelurahan yang membantu jadi begini. Tadinya kalau hujan banyak bocor-bocor sehingga banjir dalam rumah,” tutur Nenek Ningsih ditemani tiga cucunya yang terdengar bercanda di kamar atas.
Ningsih menjelaskan rumah dan tanahnya warisan daei orang tua. Dia kebagian lahan 15 m2. “Makanya rumahnya ditingkat, Jadi pas 30 m2 atas dan bawah,” tuturnya.
Sebelah kanannya rumah adiknya. “Ia kebagian lahan memanjang ke belakang. Jadi nggak perlu ditingkat,” tambahnya. Rumah adiknya itu catnya juga sama karena juga hasil bedah rumah Baznas Bazis lebih 2 tahun yang lalu.
Pekan lalu Amunisi.co.id meninjau rumah Nenek Turoh di RT 10/RW 17 Penggilingan. Ternyata belum ditempati, padahal kondisinya sudah bagus. Karena selesai dibedah rumah oleh Baznas Bazis Jaktim bulan Oktober silam.
“Soalnya belum ada airnya Pak. Padahal kami sudah anfrah ke PAM Jaya,” kata Nek Turoh yang juga berterimakasih kepada semua pihak yang membuat rumahnya layak huni. Termasuk juga kepada Pak Wali. (PRI)





