JAKARTA (10/8/2024), AMUNISI.CO.ID – Pendiri sekaligus Ketua Umum (Ketum) Wanita Muslimah Indonesia (WMI) Dr. Aliefety Putu Garnida CHt SSt SKM M.Psi MH.Kes MARS FISQua bersama Pembina WMI Pusat Ifa Hanif Dhakiri dan pengurus lainnya melakukan audiensi dengan Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol.dr.Hariyanto Sp.PD, Sabtu (10/8/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan meningkatkan sinergitas antara Rumah Sakit Polri Kramat Jati dengan Organisasi Wanita Muslimah Indonesia tersebut.
“Semoga kegiatan audiensi ini tidak hanya merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi antara RS Polri Kramat Jati dan Organisasi WMI saja; tetapi juga menunjukkan komitmen bersama untuk mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama ,” ujar Karumkit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol.dr.Hariyanto Sp.PD ketika menerima tamunya tersebut.
Sementara itu Ketua Umum WMI Aliefety Putu Garnida yang juga mantan model dan penyanyi ini menyampaikan bahwa kehadirannya bersama rekan rekan merupakan upaya memperkokoh silaturahmi sehingga terciptanya sinergitas WMI-RS Polri Kramat Jati demi kejayaan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Kecuali itu WMI juga siap bekerja sama dengan Kepolisian dalam menciptakan rasa kebersamaan antara Kepolisian dan masyarakat luas pada umumnya dan Organisasi Wanita Muslimah Indonesia pada khususnya.
Pada kesempatan itu Karumkit Polri Kramat Jati menerima cinderamata sebagai ucapan terima kasih dari WMI atas peran serta Polri membantu kegiatan sosial yang selama ini di gelar oleh Organisasi Wanita Muslimah Indonesia.
Karumkit Polri mengakui bahwa membentuk satu wadah organisasi wanita itu tidak mudah. “Karena perlu mental dan pemikiran serta wawasan yang luas,” tandasnya.
Pada kesempatan itu Karumkit juga menambahkan obrolan tentang kopi. Menurutnya minuman dengan rasa pahit ini sering dimaknai dengan hal-hal filosofis, baik tentang kehidupan, cinta, rindu, sampai patah hati.
“Setiap orang tentunya memiliki berbagai filosofi tersendiri akan kopi yang diminumnya. Begitu pula dengan suasana yang dia rasakan saat meminum kopi,” tuturmya.
Satu langkah kecil dari sebuah niat baik, mampu membawa kita menuju sesuatu yang di luar imajinasi. Kopi juga mengajarkan untuk menghargai kebersamaan, ujarnya.
Di warung kopi, sering kali menemukan orang-orang dari segala lapisan masyarakat berkumpul dan berbagi cerita. Mereka saling mendengarkan dan menghargai satu sama lain.
Begitu juga dalam kehidupan, kebersamaan dengan orang-orang terdekat dan saling mendukung adalah kunci untuk meraih kebahagiaan.
Mengikuti kata-kata filosofi kopi yang inspiratif, semua dapat belajar untuk menikmati setiap momen, menghargai kebersamaan, dan berani bermimpi dan bertindak nyata.
Ketum WMI sepakat dengan apa ysng diungkapkan Karumkit Polri Kramat Jati. “Cuma segelas kopi yang bercerita bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan. Semangat kopi dapat menjadi pengingat bagi kita untuk hidup dengan penuh makna dan menginspirasi,” tuturnya.
“Sama halnya dengan WMI yang selalu mengedepankan kebersamaan dalam kesederhanaan dan menciptakan wanita muslimah yang kreatif inovatif produktif “ ujar Ketua Umum WMI menutup diskusi itu. (R/PRI)\





