JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia (FORSBI), Mohammad Jaya, kembali mengunjungi sepasang batu kiser atau batu penggilingan tebu kuno di Kampung Pandawa Lima, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (12/9/2026).

Penemuan benda yang diduga peninggalan sejarah abad ke-17 hingga 18 tersebut menarik perhatian Jaya karena memiliki kemiripan dengan batu penggilingan tebu industri gula tradisional zaman VOC Belanda di wilayah tempat tinggalnya, RW 07 Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Batu penggilingan di Cakung sendiri telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya melalui SK Gubernur DKI Jakarta No. 585 Tahun 2022. Jaya mengaku heran batu peninggalan serupa bisa menyebar hingga ke wilayah Kabupaten Bekasi, yang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan.
Menurut penuturan Dani, warga setempat, Kampung Pandawa Lima dulunya hanya dihuni oleh lima kepala keluarga (Pak Edy, Sukron, Timah, Ropidi, dan Pajeng) yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, bukan petani tebu maupun padi. Jaya pun mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui sejarah batu kiser tersebut untuk dapat berbagi informasi.

Menanggapi temuan ini, Arkeolog Drs. Husnison Nizar menyarankan agar keberadaan batu tersebut segera dilaporkan ke Dinas Kebudayaan Kabupaten Bekasi agar dapat diteliti oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Husnison menjelaskan bahwa kemiripan ini sangat wajar mengingat pada masa “Demam Gula” abad ke-18 hingga 19, kawasan Batavia dan sekitarnya—termasuk wilayah Cakung hingga sebagian Bekasi—merupakan pusat perkebunan tebu dan industri gula. (PRI)
印尼贝塔维交流论坛总主席在贝卡西县发现一对古老甘蔗压榨石磨
amunisi.co.id,雅加达 — 2026年9月12日(星期六),印尼贝塔维交流论坛(FORSBI)总主席 Mohammad Jaya 再次前往贝卡西县(Kabupaten Bekasi)Tarumajaya 镇 Segara Jaya 村的 Pandawa Lima 聚落,考察一对古老的甘蔗压榨石磨(Batu Kiser)。
据推测,该石磨为17至18世纪荷兰东印度公司(VOC)时期的历史遗物。Jaya 表示,该石磨与其居住地——雅加达东区 Cakung 镇 Penggilingan 社区的传统制糖石磨极其相似。此前,Cakung 的石磨已于2022年被雅加达省政府正式列为文化遗产。Jaya 对在距离车程约1.5小时的贝卡西地区发现同类古迹感到十分惊讶。
据当地居民 Dani 介绍,Pandawa Lima 聚落最初仅有5户人家(Edy、Sukron、Timah、Ropidi 和 Pajeng),当地居民世代以捕鱼为生,并非甘蔗或水稻种植户。因此,Jaya 呼吁了解该石磨背景的人士积极提供线索。
针对这一发现,考古学家 Husnison Nizar 建议将该遗物上报至贝卡西县文化局,以便文化遗产专家小组(TACB)开展进一步研究。他指出,在18至19世纪的“制糖热潮”时期,巴达维亚(今雅加达)及其周边地区(包括 Cakung 及贝卡西部分地区)曾是著名的甘蔗种植与制糖工业中心,因此出现同款石磨并不罕见。


