Taman Arkeologi Onrust Banyak Peninggalan Sejarah, Pengunjung Senang Berfoto Dekat Benteng dan Kincir Angin

Pramuka dari Untung Jawa berkunjung ke P. Onrust dan P. Kelor, Sabtu (1/10/2022). Foto: Ridwan/TAO.

JAKARTA (1/10/2022), AMUNISI.CO.ID — Taman Arkeologi Onrust dikenal sebagai gugusan pulau paling banyak peninggalan sejarahnya di antara pulau-pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta. Para pengunjung begitu gemar berfoto di sekitar benteng Martello di Pulau Kelor, mengunjungi museum di Pulau Onrust, dan bermain di pantai Pulau Cipir.

Ruang pamer Museum Onrust. Foto: Ridwan/Dok.TAO.

Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Mis Ari mengungkapkan hal itu di kantornya di Jakarta Utara, Jumat (30/9/2022).

Bacaan Lainnya

“Koleksi yang dimiliki Museum Onrust juga banyak yang menarik. Di antaranya sepatu besi dan benda benda yang ditemukan di Pulau Onrust dan sekitarnya,” kata Mis Ari yang juga menjabat Sekretaris Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Paramita Jaya itu.

Tidak kalah pentingnya peninggalan bekas rumah sakit karantina haji di Pulau Onrust dan Cipir serta benteng Martello di Pulau Kelor. Benteng ini telah menjadi ikon kepariwisataan Kepulauan Seribu.

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Taman Arkeologi Onrust (TAO) Agung Priosusanto membenarkan hal itu. “Pengunjung biasanya diajak ke Museum Pulau Onrust melihat koleksinya, ke makam Belanda abad 17 dan melihat bekas barak haji. Tempat cuci dan ambil air wudhu juga masih ada,” ujar Agung yang baru datang meninjau ke pulau-pulau kecil tersebut Jumat sore.

Menurut Agung di pulau Cipir sebelah barat memang disediakan fasilitas bermain di pantai dan banana boat. Sedangkan dari Onrust ke Pulau Kelor hanya belasan menit naik perahu motor.

Mengenai jumlah pengunjung TAO, Agung memperlihatkan rekapitulasi per bulan tahun 2022. Tercatat mulai Mei sampai dengan Agustus rata-rata lebih dari 3.000 orang tiap bulan. Bahkan Juli mencapai 3.737 orang.

Namun diakuinya bulan September jumlah pengunjung susut menjadi 2.456 orang. “Wisata ke pulau memang tergantung cuaca. Bila hujan dan angin besar, orang enggan naik perahu motor atau kapal pergi menyeberang. Sebab ombaknyapun besar,” kata Agung.

Sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa awal musim penghujan di Indonesia bagian barat lebih cepat menjadi Sepetember 2022.

Dermaga Onrust.

Sementara pemandu wisata di Pulau Onrust, Ridwan Saide, Sabtu (1/10/2022) mengakui bila akhir pekan dan tanggal muda pengunjung Taman Arkeologi Onrust meningkat.

“Seperti Minggu 25 September yang lalu pengunjung sekitar 100 orang. Untuk Sabtu ini dan Minggu besok sudah ada tiga rombongan open trip yang mendaftar minta di-guiding. Hari ini jam 11.00 ada janji untuk memandu rombongan dari travel Walkindies yang mengedepankan tour ke tempat dan bangunan kuno yang bersejarah,” ungkap Ridwan Saide yang telah mengikuti Bimtek Kehumasan di Museum Bahari dan Museum Wayang Agustus yang lalu.

Pulau Kelor difoto dengan drone .(Foto Dok.Ridwan/TAO)

Mengenai masterpiece atau koleksi unggulan Museum Onrust, salah satunya sepatu besi sebelah kiri. “Sepatu itu bobotnya 20 kilogram. Fungsinya untuk pemberat kaki para tahanan,” kata Ridwan.

Mengenai pulau pulau di Teluk Jakarta yang memiliki peninggalan sejarah, Alex Prabowo dari Suku Dinas Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu menjelaskan cukup banyak. Seperti Pulau Panggang, kata Alex Prabowo, ada makam Habib Ali bin Ahmad bin Zen bin Ali Aidid, ada makam Husein Bin Asegaf dan makam Kyai Mursalin. Sedangkan di Pulau Tidung ada makam Raja Pandita atau Raja Tanah Tidung.

Rombongan wisatawan berjalan dari Museum Onrust menuju bekas barak haji dan makam misteri umur pendek.
(Foto: Ridwan/TAO)

Sementara Pulau Edam merupakan pulau bermercusuar yang dibangun sebelum Gunung Krakatau tahun 1883 berkonstruksi besi. Di situ ada makam keluarga Kesultanan Banten.

“Nama Kyai Mursalin dan Habib Ali bin Ahmad telah diresmikan sebagai nama jalan di Pulau Panggang oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan,” tambah Alex Prabowo. Namun diakuinya, Taman Arkeologi Onrust lebih banyak peninggalan sejarahnya dibanding pulau pulau lainnya di Kepulauan Seribu. (PRI)

 

Total Views: 775

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *