Sering Gelar Wayang Orang, Museum Wayang Belum Miliki Koleksi Replikanya

Wayang orang Surakarta. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (15/3/2023), AMUNISI.CO.ID – Museum Wayang, Unit Pengelola Museum Seni Jakarta di Kota Tua, sering menyuguhkan pergelaran wayang orang pada Minggu siang. Baik itu wayang orang Jawa, Betawi maupun wayang orang Bali. Bahkan, pertunjukan wayang orang tersebut sangat direspons positif pengunjung. Tetapi sampai sekarang museum yang memiliki 6.898 koleksi termasuk berbagai jenis wayang itu, belum memililiki koleksi replika wayang orang.

Untuk melengkapi koleksi museum ini memang sedang direncanakan pengadaan replika wayang orang, dalam bentuk boneka besar lengkap dengan kostum beberapa tokoh. “Memang koleksi wayang orang dalam bentuk replika itu akan diadakan. Tetapi belum dapat dipastikan kapan waktunya,” ujar Kepala UP Museum Seni Sri Kusumawati, Rabu (15/3/2023).

Bacaan Lainnya

Menurut catatan tahun 2022 lalu, dari 6.898 koleksi Museum Wayang yang terbanyak berupa wayang kulit yang berjumlah 4.846. Jumlah itu meliputi wayang kulit purwa, dari Jawa Tengah dan DIY, Cirebon, Betawi, Bali, Lombok, Palembang, Sawahlunto dan Banjarmasin. Juga Wayang Sadat untuk penyebaran agama Islam dan Wayang Wahyu untuk penyebaran agama Kristen. Selebihnya ada wayang golek Sunda dan Lenong Betawi, wayang klithik dari kayu, wayang suket dari rumput dan wayang beber.

Siswa SDN Ceger 2 nonton wayang orang di museum.

Mengenai pergelaran wayang orang, menurut jadwal tahun 2023 ini digelar empata kali meliputi Wayang Orang Surakarta dan Bali masing masing sekali dan Wayang Orang Betawi dua kali.

Pagelaran wayang orang.

Pergelaran Wayang Orang Surakarta digelar Minggu (12/3/2023) dengan pengunjung memenuhi auditorium museum itu. Lebih dari 100 penonton tak henti-hentinya tertawa saat punakawan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong menguasai panggung dengan kocokan perutnya.

Kebetulan puluhan siswa SDN Ceger 2, Cipayung Jakarta Timur yang bersila paling depan ikut terbahak bahak melihat Bagong yang super tambun memakai bikini. “Semua siswa kelas 4 ini 97 anak, berikut guru dan pendamping semuanya 120 orang. Kemari dalam rangka mata pelajaran budaya,” kata Bu Novi seorang guru pendamping. Wayang Orang Sanggar Budaya dengan sutradara Anambi Bagus Putra itu mengangkat lakon Semar mBarang Sulap.

Kepala Satuan Pelayanan Museum Wayang, Sari Permana pada pembukaannya menjelaskan, pergelaran Wayang Orang kali inim merupakan yang pertama. Berikutnya Wayang Orang Bali dengan Dalang DR Adiputra akan digelar Minggu (25/5/2023) pukul 11.00 – 13.00 dengan cerita Dewi Sakuntala.
Minggu (18/6/2023) dan Minggu (26/11/2023) digelar Wayang Orang Betawi dengan dalang yang berbeda. “Pergelaran wayang ini juga dapat disaksikan di Youtube Museum Wayang,” ujar Sari.

Hadir saat itu Ketua II Bidang Pagelaran PEPADI DKI Jakarta Sumardi. Mengenai jumlah pengunjung waktu ada pergelaran Minggu (12/3/2023), Rusdi Bahawan dari bagian loket melaporkan semuanya 1.116 orang wisatawan. Jumlah itu termasuk rombongan anak anak dan pelajar sebanyak 440 orang anak, dan wisman sebanyak 17 orang, dari AS, Thailand, Polandia, Inggris dan negara lainnya. (PRI)

Total Views: 1015

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *