JAKARTA (30/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Museum Wayang di Kota Tua Jakarta tiap bulan paling banyak pengunjungnya di antara tiga museum dalam lingkup Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Tercatat jumlah pengunjung selama 10 bulan dalam tahun 2022 ini mencapai 101.819 orang. Kepala Satuan Pelaksana Informasi dan Edukasi UP Museum Seni Jakarta Ardi Hariyadi mengungkapkan hal itu Selasa (29/11/2022).

Sebagai perbandingan Kasatlak Informasi dan Edukasi Museum Seni ini menyebut pengunjung Museum Seni Rupa dan Keramik yang lokasinya sama-sama di Kota Tua sampai akhir Oktober mencapai 62.530 orang. Sedang pengunjung Museum Tekstil di Jalan KS Tubun Nomor 4 Jakarta Barat hanya 17.395 orang.

Ardi Hariyadi tidak menjelaskan faktor apa yang menyebabkan Museum Wayang paling diminati pengunjung. Yang jelas wayang Indonesia sejak 7 November 2003 diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia tak benda, yang harus dilestarikan oleh masyarakat bangsa.
Pengamat budaya dan pariwisata H Abu Galih memperkirakan, adanya pergelaran wayang tiap hari Minggu terakhir tiap bulan berdampak pada meningkatkan apresiasi dan minat masyarakat pada wayang. Di samping itu lokasi museum tersebut juga mudah dijangkau dari segala arah dengan jaringan transportasi umum yang makin aman dan nyaman.
Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Museum Wayang Sari Permana mengakui tiap Minggu terakhir di museumnya diselenggarakan pergelaran wayang dari berbagai daerah secara bergantian. Baik itu wayang kulit, wayang golek, maupun wayang orang.
Menurut Sari Permana pergelaran wayang golek Lenong Betawi dengan cerita Si Ronda Macan Betawi oleh dalang Bang Reza Purbaya pada Minggu (27/11/2022) yang baru lalu merupakan pergelaran terakhir di Museum Wayang tahun 2022 ini.
Secara jujur Sari Permana mengaku program pergelaran wayang rutin tersebut hasil kerja Pak Sumardi, pendahulunya. Namun dengan dukungan atasannya program itu akan dilanjutkan. “Tahun 2023 nanti tetap akan ada pergelaran wayang tiap Minggu akhir bulan,” tambah Sari.
Sementara pergelaran wayang golek Lenong Betawi oleh Reza Purbaya hari Minggu (27/11) yang lalu mendapat perhatian. Anak-anak pun terlihat menikmatinya hingga usai.
Bahkan terjadi dialog antara penonton cilik umur enam tahun dengan dalang Reza menarik perhatian para penonton lainnya. Dalang, para nayaga serta semua crew berfoto bersama dengan crew Museum Wayang beserta Ketua II PEPADI DKI Jakarta Sumardi yang kini menjabat Kasatpel Rumah Si Pitung.
“Dua puluh lima Desember nanti kami akan main lagi di Rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara,” ujar Reza yang setia membawa bendera ayahnya, Tizar Purbaya Almarhum.
Hari Minggu itu saat ada pergelaran wayang, jumlah pengunjung museum tersebut 1.436 orang termasuk 24 orang wisatawan mancanegara. Padahal sepekan sebelumnya, Minggu (20/7) jumlah pengunjung lebih sedikit yaitu 1.090 orang termasuk 10 orang wisman. Informasi pergelaran dipasang sejak sebulan sebelumnya berupa baliho besar di depan Museum Wayang yang menarik perhatian pengunjung Kota Tua khususnya Taman Fatahillah. (PRI).




