JAKARTA (12/2/2023), AMUNISI.CO.ID – Pergelaran wayang di Museum Wayang di Kota Tua Jakarta, Minggu (12/2/2023) dimulai dan dibuka oleh Kepala Unit Pengelola Museum Seni Jakarta Sri Kusumawati. Hadir pada kesempatan itu Ketua II (Bidang Pergelaran) Pepadi Provinsi DKI Jakarta Sumardi, bersama anggota Pepadi DKI Parlan dan Wandoyo serta Perkumpulan Pecinta Wayang Purwa Bogor.

Sekitar 100-an orang pengunjung termasuk para wisatawan mancanegara yang memenuhi auditorium museum, menyaksikan pergelaran perdana tersebut. Ki Fakih Triserra Filardi dalang muda yang termasuk Dalang Nasional 2019 mendapat kesempatantampil pertama tahun 2023 ini. Dia menyuguhkan pergelaran wayang kulit Surakarta dengan cerita Sang Gatutkaca.
Sri Kusumawati mengatakan, dengan pergelaran wayang hampir tiap Ahad atau Minggu itu diharapkan Museum Wayang serta seni budaya wayang makin digemari masyarakat. “Diharapkan pula seni budaya wayang menjadi popular terutama di kalangan generasi muda,” kata Sri Kusumawati.
Dikatakannya, tahun 2022 yang lalu Museum Wayang hanya mendapat anggaran untuk 10 kali pergelaran. “Alhamdulillah tahun ini meningkat menjadi 19 kali pergelaran. Yang istimewa ada 4 kali pergelaran wayang kreasi. Di antaranya Wayang Poo The Hie dan Wayang Revolusi,” ujar Sri Kusumawati.
Karenanya bagi penggemar wayang dapat melihat jadwal pergelaran di Museum Wayang atau di Medsos Museum Seni.
Sumardi menjelaskan dari 19 kali pergelaran tahun 2023 ini ada tujuh kali pergelaran wayang purwa, empat kali pergelaran wayang orang (WO) di antaranya WO Betawi dan WO Bali, dua wayang kulit Betawi dan dua wayang golek Sunda.
Sementara Kepala Satuan Pelayanan Museum Wayang Sari Permana bersama stafnya Bahawan ketika dihubungi Amunisi.co.id, Minggu (12/2/2023) sore menyebutkan, jumlah pengunjung museumnya hari itu mencapai 878 orang. Dari jumlah itu 19 orang di antaranya wisatawan mancanegara, dan yang terbanyak dari Jepang dan India masing masing empat orang, diikuti Jerman tiga orang. Sisamya wisatawan dari Negeri Belanda, Polandia, Thailand, China dan Inggris. (PRI).




