JAKARTA (23/10/2022) — Museum Wayang di Kota Tua Jakarta, Minggu (23/10/2022) menggelar pertunjukan Wayang Golek Sunda oleh dalang Ki Wardana W Kusuma dengan cerita Bandung Bandawasa.

Dari 2.000 orang pengunjung terdapat 250 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Bandung, Bogor, Tangerang Selatan dan Jakarta yang menonton pergelaran tersebut. Hadir saat itu Sumardi selaku Ketua II Bidang Pergelaran dan Darudjimat Ketua I Bidang Edukasi PEPADI DKI Jakarta.
Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Museum Wayang, Sari Permana mengungkapkan hal itu usai pergelaran wayang golek tersebut. “Mengenai rincian jumlah penonton nanti dapat ditanyakan pada bagian loket ya,” tutur Sari Permana.
Petugas loket kepada Kasatpel Museum Wayang menyebutkan, jumlah pengunjung hari Minggu seluruhnya 2.001 orang. Jumlah itu terdiri atas rombongan mahasiswa 93 orang, mahasiswa perorangan 157 orang, anak-anak/pelajar 553 orang dan lanjut usia 20 orang. Dari jumlah itu terdapat wisatawan mancanegara (wisman) 31 orang.

Wisman tersebut paling banyak dari Prancis 7 orang, Malaysia 5, India 5 dan Jepang 4 orang. Sisanya dari berbagai negara Asia dan Eropa.

Sementara di auditorium berlangsung pergelaran wayang golek, di ruang cinderamata diselenggarakan workshop pembuatan wayang janur. Pesertanya puluhan orang pelajar maupun mahasiswa yang dibagi beberapa kelompok bergantian.
Para mahasiswa yang berkunjung ke museum dan menonton pergelaran wayang golek tercatat dari Fakultas Sastra Unpad Bandung, Fakultas Sastra Unpam, Ciputat, Tangerang Selatan, BSI dan mahasiswa dari kampus IPB Bogor peserta program Modul Nusantara.
“Kami peserta program Menteri Dikbudristek Modul Nusantara semuanya 40-an orang. Datang kemari bersama dosen Bapak Asep Taryana, ” kata Fahmi salah seorang mahasiswa IPB.
Sementara Sumardi menjelaskan Ki Wardana yang membawakan cerita Bandung Bandawasa itu merupakan dalang yang berbakat dan potensial. “Dia dari PEPADI Korwil Jakarta Timur,” imbuhnya.
Bandung Bandawasa menurut Sumardi adalah salah satu ajian kesaktian patih Gandamana. Dalam sayembara mempersunting Drupadi, maka Bima ikut sayembara tersebut dan berhasil mengalahkan Gandamana serta mendapatkan Drupadi untuk diperistri Yudistira, sulung Pandawa. Akhirnya aji Bandung Bandawasa diberikan oleh Gandamana kepada Bima.(PRI).




