Museum Bahari Kampanye Rempah dan Kemaritiman di Katumbiri Expo 2022 JCC Senayan

Rempah.dan tanamanya di stan Museum Bahari. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (19/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Hadirnya Museum Bahari dengan Pojok Rempahnya di Katumbiri Expo di JCC Senayan, Jakarta adalah sebagai sumber inspirasi bagi para perajin (UKM Wastra) maupun craft/kerajinan lainnya.

Semua produk buatan Bogor ini berikut pewarnanya dari alam tak ada yang sintetis.

Hal itu mengingat rempah rempah tersebut merupakan kekayaan Indonesia yang tersebar di berbagai daerah di seluruh Nusantara dan pernah berjaya hingga mampu menarik perhatian bangsa bangsa lain untuk datang ke Indonesia.

“Ragam tanaman maupun hasil bumi rempah ini dapat juga menjadi inspirasi untuk diangkat sebagai motif wastra, baik batik, tenun maupun lainnya,” kata Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari, Sabtu (19/11/2022).

Mis’ari yang lama menjadi tenaga inti di Museum Tekstil khususnya maupun Unit Pengelola Museum Seni itu menjelaskan rempah juga bisa menjadi inspirasi untuk dimanfaatkan sebagai pewarna wastra. Misalnya dari kayu secang, bisa menghasilkan warna merah fanta, dari kunyit bisa menimbulkan warna kuning, dari kayu manis didapat warna coklat muda.

“Semua itu menjadi ciri khas dan unik karena Wastra dengan bahan pewarna rempah bisa menciptakan aroma khusus. Jadi, Rempah, Wastra dan Budaya itu bisa diramu menjadi hasil karya yang bernilai,” tandasnya.

Baju bermotif aksara Hanacaraka berbunyi Apikmen.

Menurut Mis’ari, Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta aktif mengikuti ajang pameran di JCC Senayan ini, juga sebagai upaya jemput bola untuk mendekatkan objek cagar budaya yang dikelolanya yaitu Museum Bahari, Rumah Si Pitung dan Taman Arkeologi Onrust, kepada khalayak yang lebih luas.

Sementara Firman Faturrohman pemandu Museum Bahari ketika ditemui di Katumbiri Expo 2022, Jumat (18/11) menjelaskan tanaman rempah yang dipamerkan hanya 12 jenis. Antara lain pala, cengkeh, lada, kayumanis dan kunyit.

Expo ini sudah dibuka sejak Rabu (16/11) diikuti 150 an stand peserta dan berlangsung sampai dengan Minggu (20/11).

Stand Museum Bahari Sabtu ini dijaga Astri Larasati dan sempat melayani beberapa orang pengunjung.

Tampak stand Arae dari Bogor memamerkan berbagai produk ecoprint. Kain-kain, baju maupun tas dan pewarnanya terbuat dari bahan tanaman.

“Seperti kain berwarna kemerahan itu terbuat dari serat pohon jati dan pewarnanya juga dari daun jati,” kata Saidah petugas stand tersebut yang dibenarkan dua temannya.

Lain lagi dengan.stand kerajinan dan busana batik Klambi Abite dari Jakarta Timur dan Apikmen dari Jakarta Barat tampak diminati pengunjung.

Klambi bahasa Jawa dan Abite bahasa Sumatra Utara kata Nofa selaku pemiliknya, sama sama berarti baju.

Sementara Apikmen, kata Ny Agus Santosa berarti bagus betul. Perusahaan batik ini mebuat baju batik bermotif huruf Jawa Hanacaraka yang bila dibaca berbunyi Apikmen. (PRI).

Total Views: 1243

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *