JAKARTA (19/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Fahri Hamzah kembali melontarkan kritikan pedasnya ke partai politik yang tengah menjalin koalisi menjelang Pemilu 2024. Kali ini dia menyebutkan bahwa para pendiri partai atau petinggi partai kini sudah seperti pedagang, bukan menjajakan ideologi.
“Partai politik ada krisis ini, lihat saja partai politik kan harusnya lembaga intelektual kan pendiri harunya pemikir pemilik ideologi,” ungkap Fahri Hamzah di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, yang dikutip amunisi.co.id, Sabtu (19/11/2022).
Lanjut mantan Wakil Ketua DPR RI itu, di indonesia dulu seorang tokoh nasionalis besar Soekarno mendirikan partai nasionalis, seorang sosalis seperti Syahrir mendiriikan PSI, Natsir yang memiliki ideologi Islam mendirikan Masyumi.
“Mereka ini orang jago berpikir yang mendirikan partai,” imbuhnya seraya membandingkan dengan partai politik sekarang, yang disebutnya ideologi bukan lagi yang utama.
Elite partai politik sekarang, kata Fahri belakangan bernalar bak pedagang. “Tapi kalau kita lihat hari ini, ini kan pedagang yang mendirikan parta politik atau sebenarnya tergerus oleh logika pedagang, bagaimana enggak kena krisis partai?” sindirnya lagi.
Hal ini yang kemudian membuatnya bersama Anis Matta dan Mahfuz Sidiq yang sebelumnya memang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera atau PKS itu, membentuk partai baru bernama Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. ***





