JAKARTA (3/3/2023), AMUNISI.CO.ID — Menara Syahbandar di Museum Bahari, di Jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara, direnovasi sejak sepekan lalu. Untuk sementara menara setinggi 20 meter yang dibangun tahun 1839 itu ditutup bagi pengunjung. Namun, jumlah pengunjung museum ini meningkat. Tercatat selama Februari 2023 mencapai 4.466 orang, termasuk 230 orang wisatawan mancanegara (wisman). Dibandingkan Januari dengan pengunjung 2.066 orang, termasuk 223 orang wisman, terjadi peningkatan hingga dua kali lipat.
“Penutupan Menara Syahbandar sudah seminggu yang lalu dan akan berlangsung sampai Rabu mendatang,” kata Kepala Satuan Pelayanan Museum Bahari, Devi Sihotang, di Jakarta, Jumat (3/3/2023) sore.
Pemandu Museum Bahari, Ida Nurhidayati Fauziah juga mengatakan Menara Syahbandar sedang direnovasi. Sementara ditutup untuk pengunjung. Jika dibuka lagi nanti, pengunjung dibatasi maksimum 15 orang dewasa sekali naik, yang dilakukan secara bergantian.

Mereka dipandu untuk mengamati berbagai koleksi yang tak kalah menarik dengan sejarah panjangnya. Di antaranya diorama tokoh tokoh kebaharian Indonesia dan penjelajah dunia di lantai atas Gedung A.Tokoh dalam diorama tersebut antara lain Laksamana Malahayati, James Cook, Marcopolo, Ibnu Batuta, dan Cheng Ho. Ada satu kamar khusus berisi sekitar 20-an karung beragam jenis rempah rempah.
“Hari ini pengunjungnya 66 orang,” kata Ida Nurhidayati. Jumlah itu termasuk tujuh orang wisman dari Austria. Menurut Devi maupun Ida, meningkatnya jumlah pengunjung Museum Bahari itu karena banyak rombongan anak sekolah yang melakukan tur ke museum.
Koleksi unggulan Museum Bahari, menurut Ida Nur Hidayati, cukup beragam. Di antaranya perahu cadik Papua, perahu cadik Nusantara dan miniatur perahu Pinisi. Juga ada lampu suar dan teropong kuno.
Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari mengakui jumlah pengunjung Museum Bahari merupakan terbanyak dari tiga museum yang dikelolanya. Februari lalu Museum Bahari menduduki peringkat pertama dengan jumlah pengunjung 4.466 orang, peringkat kedua Museum Taman Arkeologi Onrust dengan pengunjung 1.517 orang, dan terakhir Situs Marunda Rumah Si Pitung dengan pengunjung 1.083 orang.
Suharto petugas tiket di Menara Syahbandar yang ditemui amunisi.co.id, Jumat (3/3/2023) mengakui pengunjung museum biasanya pertama kali langsung ke menara. “Mereka umumnya naik sampai lantai atas,” katanya. Namun sejak pekan lalu menara setinggi 20-an meter itu ditutup, karena sedang direnovasi.
Menurut Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari, menara tersebut dibangun tahun 1839 oleh pemerintah Hindia Belanda, untuk mengawasi kapal-kapal yang mau masuk maupun keluar Pelabuhan Sunda Kelapa.
Diakui, menara tua itu miring ke selatan 2 derajat 30 menit. Namun kata Ketua Tim Ahli Cagar Budaya PKCB Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Husnison Nizar, hal itu tidak membahayakan. Sebab sejak 2011 tak ada pertambahan kemiringan secara signifikan.
Beberapa wisatawan Nusantara nyeletuk, kalau Italia punya menara miring Menara Pisa, maka Indonesia juga punya menara miring yaitu Menara Pasi. “Pasi itu singkatan dari Pasar Ikan. Sebab menara Syahbandar itu lokasinya memang di kawasan Pasar Ikan,” kata Abu Galih pengamat pariwisata dan budaya Jakarta sejak awal tahun 1990. (PRI)




