Imigrasi Menahan WNA yang Melakukan Aktivitas Mata-mata di Perbatasan RI-Malaysia

WNA yang melakukan kegiatan mencurigakan. (DOKUMEN KOMPAS)

JAKARTA (24/7/2022), AMUNISI.CO.ID — Tiga WNA yang diduga lakukan spionase atau mata-mata di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia ditahan pihak Imigrasi. Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Washington Saut Dompak menyebut tiga orang tersebut adalah BJ warga negara China serta dua warga Malaysia, HJK dan LBS. Washington mengatakan, ketiganya kini ditahan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan selama 30 hari ke depan.

Washington menyatakan, ketiga WNA tersebut masuk melalui Pos Lintas Batas Internasional Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara pada 20 Juli bersama seorang warga negara Indonesia (WNI), YBY. Seperti diketahui, YBY merupakan pimpinan perusahaan bidang konstruksi di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.

Bacaan Lainnya

Ia berdalih mengajak ketiga orang itu untuk melihat pembangunan jembatan Tawau-Sebatik, Malaysia. “YBY ingin meninjau kondisi geografis Sebatik, Kabupaten Nunukan dalam rangka pembangunan jembatan dan mengajak WN RRT berinisial BJ serta dua orang WN Malaysia,” kata Washington dalam keterangan resmi, Minggu (24/7/2022).

Pernyataan Panglima TNI
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara terkait dugaan spionase oleh tiga warga negara asing (WNA) di perbatasan Indonesia dan Malaysia, tepatnya di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), yang terjadi Rabu (20/7/2022). Hingga kini, ia mengaku belum menerima laporan resmi mengenai kegiatan spionase tersebut.

“Saya sendiri belum dapat laporan resmi. Tapi saya akan hati-hati, karena mata-mata itu juga saya harus tahu persis,” kata Andika kepada awak media di Mabes TNI, Jakarta, Minggu. Meski demikian, pihaknya akan menelusuri terkait dugaan spionase oleh WNA tersebut.

Panglima TNI saat itu tengah menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Mark A Milley di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Kunjungannya kali ini merupakan kali pertama setelah 14 tahun tidak melaksanakan kunjungan kerja ke Indonesia. “Kedatangan ini setelah 14 tahun tidak melaksanakan kunjungan kerja ke Indonesia,” kata Andika. ****

Total Views: 672

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *