Pengakuan Anies di Pilpres Lalu dan Pertemuannya dengan HRS

Anies Baswedan (DOKUMEN DETIK/COM)

JAKARTA (8/10/2022), AMUNISI.CO.ID— Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai mulai GR alias gede rasa. Pasalnya ia mengaku pernah mendapat tawaran menjadi capres pada Pilpres 2019 silam, namun tawaran itu ditolak oleh Anies.

“Ada dua kali permintaan untuk menjadi capres, saya bilang tidak bersedia. Yang ini nggak pernah saya ceritakan, baru ke teman-teman saya ceritakan,” kata Anies Baswedan saat menghadiri acara Silaturahmi bersama wartawan Balai Kota – DPRD DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Bacaan Lainnya

Tak hanya menjadi capres, Anies juga mendapat tawaran menjadi calon wakil presiden pada 2018 silam atau menjelang Pilpres 2019. Namun, tawaran itu ditolaknya karena ia berkomitmen ingin menuntaskan janjinya memimpin Kota Jakarta selama lima tahun. Sayangnya, Anies enggan menjelaskan pihak yang menawarkannya menjadi capres atau cawapres pada saat itu.

Pernyataan PKS
Siapa kira-kira parpol yang menawarkan Anies posisi capres? Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan saat Pemilu 2019 partainya tidak cukup ambang batas untuk mencalonkan seseorang menjadi capres. Dia mengaku PKS tidak pernah menawarkan Anies menjadi capres.

“PKS cuma 40 kursinya saat itu. Tidak cukup. Seingat saya nggak (pernah menawarkan Anies Capres),” kata Mardani saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat. Mardani menilai, sikap Anies menolak tawaran sebagai capres saat menjabat sebagai Gubernur DKI merupakan sikap yang konsisten. Menurutnya, Anies bukan pemimpin yang terburu-buru dalam mengambil keputusan.

“Konsisten. Saat 2019 beliau baru 2 tahun menjalani amanah di DKI. Ini pemimpin yang nggak kesusu. Nggak terburu-buru. Karena terburu-buru itu datangnya dari syaitan,” imbuhnya.

PAN Dukung Prabowo
Sementara itu Waketum PAN Viva Yoga Mauladi mengaku partainya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres saat Pemilu 2014 dan 2019 lalu. Viva mengatakan PAN tak pernah menawarkan Anies sebagai capres.

“PAN di Pilpres 2014 dan 2019 mendukung Pak Prabowo sebagai capres. Karena Mas Anies tidak nyalon di Pilpres 2019, ya tidak ditawarkan,” kata Viva saat dihubungi, Jumat.

Viva menyampaikan saat Pilpres 2019 semua parpol melakukan penjajakan terhadap sosok-sosok potensial untuk diusung. Dia mengatakan salah satu yang masuk dalam penjajakan yakni Anies. Viva menyebut Anies menjadi salah satu orang yang dijajaki parpol. Viva mengatakan saat itu, masyarakat difokuskan dengan dua figur, yakni Jokowi dan Prabowo.

“Mas Anies Baswedan adalah salah satunya. Karena sebagai Gubernur DKI Jakarta tentu menjadi barometer konstelasi politik nasional. Tetapi karena Mas Anies telah berjanji untuk menunaikan lima tahun gubernur, maka secara elektoral tidak diperbincangkan publik. Publik fokus pada dua figur yaitu Pak Jokowi dan Pak Prabowo,” lanjutnya.

Temui HRS di Petamburan
Dalam perkembangan lain, Anies menemui Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat. Momen pertemuan keduanya pun beredar di media sosial. Berdasarkan informasi, Anies menghadiri acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW sekaligus akad nikah putri Habib Rizieq Shihab.

Anies tampak memakai baju muslim berwarna putih beserta peci dan celana warna hitam. Sementara Habib Rizieq memakai baju dan sorban serba putih. Saat dikonfirmasi, Anies membenarkan pertemuan itu. Dia mengaku menghadiri acara pernikahan putri Habib Rizieq. “Saya ke pernikahan anaknya,” kata Anies Baswedan di Halte Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/10/2022).

Poros Perubahan
Pada Kesempatan lain, Anies berharap Partai Demokrat, NasDem dan PKS bisa bersama mewujudkan poros perubahan di Indonesia. Pernyataan Anies itu diucapkan di depan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan para kader-kader Demokrat di Kantor Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat. Harapan Anies itu terekam dalam sebuah pidato video yang diunggah Wasekjen DPP Demokrat Irwan Fecho dalam akun Twitternya @irwan_fecho.

“Kesamaan pandangan dan kesamaan visi. Dan beberapa waktu ini terjadi percakapan tiga partai, NasDem, Demokrat, PKS, kita berharap ini semua terwujud sebagai poros perubahan. Nanti ini terus jadi poros perubahan,” kata Anies dalam video tersebut. Anies berharap poros perubahan ini semata-mata bekerja untuk perbaikan di Indonesia. Ia pun merasa terpanggil atas kesamaan visi dan ambil tanggung jawab atas situasi yang sekarang dihadapi. “Dan kompas kita adalah konstitusi, kompas kita adalah UUD 1945,” kata Anies.

Anies tiba di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat pagi ini. Anies disambut AHY dan istri AHY, Anissa Pohan. Ratusan kader Demokrat yang hadir dalam pertemuan itu meneriakkan yel-yel ‘Anies-AHY’. Ada yang membawa poster berisikan dukungan yang bertuliskan ‘AA Gerakan Perubahan dan Pembaruan’ “Ayo, ayo Anies-AHY, ku yakin, kita pasti menang,” teriak mereka.

Pengakuan AHY
AHY mengaku memiliki chemistry atau perasaan saling terhubung yang kuat dengan Anies. Menurut AHY, dirinya dan Anies memiliki visi dan misi memperbaiki Indonesia. “Mas Anies punya visi dan spirit yang sama. Karena itu tak heran chemistry kita makin kuat. Kami dipertemukan dengan visi dan misi yang sama untuk memperbaiki bangsa ke depan,” kata AHY dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat.

AHY berharap silaturahmi dengan Anies menjadi awal yang baik. Baginya, Indonesia terlalu besar dipikirkan oleh satu atau dua kelompok saja. “Ini kerjaan besar lintas generasi dan kepemimpinan. Semua yang baik kita lanjutkan. Dan kalau Ada kita rasakan belum baik kita perbaiki. Bukankah itu semangat keberlanjutan,” ujar AHY dengan wajah sumringah.

Langkah Memiliki Wapres
Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate mendukung berbagai langkah yang dilakukan Anies untuk memilih cawapres. “Positif thinking, kita berikan (kepercayaan) pada Pak Anies membangun, mencari cawapres tertentu dengan diskusi dari berbagai pihak, dan komponen masyarakat, termasuk partai politik,” ujar Plate di NasDem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Jumat.

Ia menilai Anies bakal mempertimbangkan banyak hal sebelum menentukan cawapres pilihannya. Termasuk, menerima semua masukan dari Partai NasDem hingga partai politik (parpol) calon mitra koalisi. Plate yakin Anies bakal memilih figur cawapres yang bisa diterima Partai NasDem dan koalisinya kelak. “Kalau Pak Anies memilih yang sesuai dengan (keinginan) partai koalisi apa persoalannya? Kan sama juga, jangan berspekulasi terlalu jauh,” ujarnya.

Sambutan Positif
Pertemuan Anies-AHY mendapat sambutan positif NasDem dan PKS. Ketua Pemenangan Pemilu Partai NasDem Effendy Choirie dorong Anies lanjutkan pertemuan dengan elite PKS, PAN dan PPP usai bertemu Ketum Partai Demokrat AHY. Pria yang akrab disapa Gus Choi itu mengatakan komunikasi dengan PPP dan PAN bisa dilakukan meski keduanya sudah tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar.

“Memang itu (bertemu AHY) harus dilakukan. Setelah ini kemudian ke PKS itu harus dilakukan. Kalau perlu ke parpol lain kan, ke PPP ke PAN ya kan. PPP kan belum punya calon, siapa tahu?” kata Gus Choi, Jumat.

Koalisi Semakin Matang
Jubir PKS M Kholid mengatakan, arah koalisi PKS, NasDem, dan Demokrat makin matang usai Anies menyambangi AHY. “Harapannya, PKS, NasDem, dan Demokrat semakin matang proses penjajakan koalisinya. Banyak titik temu antara ketiga pihak,” katanya, Jumat. Kholid merespons positif pertemuan Anies dan AHY.

Terlebih, jalinan komunikasi antara NasDem, PKS dan Demokrat makin baik belakangan ini. Kholid mengaku belum ada rencana pertemuan khusus antara Anies dengan petinggi PKS untuk bahas koalisi, namun belakangan ini Anies sering bertemu petinggi PKS dalam berbagai kesempatan.

Bapak Integrasi Transportasi
Dalam perkembangan lain, Anies diberi gelar Bapak Integrasi Transportasi Indonesia oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo usai meluncurkan implementasi tarif integrasi antarmoda untuk Transjakarta, MRT, dan LRT. Menurut Syafrin, Anies berhasil mewujudkan sistem integrasi transportasi di Jakarta.

“Sebagaimana diketahui, untuk menciptakan integrasi yang utuh tadi, ada seorang kreator yang kemudian menjadi dirijen atas terimplementasi integrasi transportasi di Jakarta secara utuh,” kata Syafrin saat peresmian tarif integrasi di Stasiun MRT ASEAN, Jakarta, Jumat. ***

 

Total Views: 866

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *