JAKARTA (3/10/2022), AMUNISI.CO.ID — Buntut kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jatim, Mabes Polri menonaktifkan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan 9 Komandan Brimob Polda Jatim yang diduga melakukan penembakan gas air mata di dalam stadion. Mabes Polri juga lakukan pemeriksaan terhadap 28 anggota polisi atas dugaan pelanggaran kode etik dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan lebih dari seratus orang.
“Melakukan pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik anggota Polri sebanyak 28 personel Polri. Ini pun masih dalam proses pemeriksaan,” tegas Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/10/2022).
Penonaktifan Kapolres Malang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/KEP./2022 tertanggal 3 Oktober 2022. “Kapolri memutuskan menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat, dimutasi sebagai Pamen SDM Polri,” ujar Dedi Prasetyo.
Dijelaskan, posisi Ferli digantikan AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjabat Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Adapun 9 Komandan Brimob Polda yang dinonaktifkan adalah Komandan Batalyon AKBP Agus Waluyo, Komandan Kompi AKP HAsdadarmawan, Komandan Peleton Aiptu Solikin, Komandan Peleton Aiptu M Samsul, Komandan Peleton Aiptu Ari Dwinanto, Komandan Kompi AKP Untung Sudjadi, Komandan Kompi AKP Danang Sasongko P, Komandan Peleton AKP Nanang Pitrianto, dan Komandan Peleton Aiptu Budi Purnanto.
Investigasi Tuntas
Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya melakukan investigasi secara tuntas dan memberikan sanksi kepada yang bersalah dalam tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang. “Kan sudah saya sampaikan diinvestigasi tuntas, diberi sanksi memang kepada yang bersalah udah,” kata Jokowi saat kunjungan ke Batang, Jawa Tengah, Senin.
Jokowi juga menyatakan sudah memerintahkan kepada jajarannya untuk menyelesaikan insiden ini. Baik kepada Menko Polhukam Mahfud MD, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo hingga Menpora Zainudin Amali. Namun ia mengaku belum memiliki rencana untuk mengunjungi para korban tragedi tersebut dalam waktu dekat ini. “Belum ada rencana,” kata dia.
Namun, Presiden akan memberikan santunan kepada keluarga korban tragedi Stadion Kanjuruhan, masing-masing sebesar Rp50 juta. “Santunan oleh Bapak Presiden sebesar 50 juta rupiah untuk masing-masing korban yang jumlahnya 125 korban,” kata Menko Polhukam Mahfud MD dalam konferensi pers, Senin.
Selain dapat santunan dari presiden, para keluarga korban juga akan mendapat santunan dari Gubernur Jawa Timur, Bupati dan Wali Kota Malang. Mahfud menyebut, bantuan dari presiden akan disalurkan secepatnya dalam satu dua hari ke depan setelah pemerintah pusat melakukan pencocokan data korban ke pemerintah daerah. “Saya kira tidak lama, tinggal minta nama dan alamat ke Pemda untuk memastikan bahwa 125 orang itu namanya dan ini alamatnya, cuma itu saja,” ujar Mahfud.
Tim Gabungan Independen
Mahfud juga mengumumkan daftar nama anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan. Tim diketuai Mahfud MD, Wakil Ketua dijabat Menpora Zainuddin Amali dan sekretaris TGIPF dijabat mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum Nur Rochmad.
Anggota TGIPF terdiri atas akademisi Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Sumaryanto, Pengamat Sepak Bola Akmal Marhali, Jurnalis Kompas Anton Sanjoyo, mantan Pengurus PSSI Nugroho Setiawan, mantan Kepala BNPB Doni Mornardo, Wakil Ketua Umum 1 KONI Mayjen (Purn) Suwarno, mantan Wakapolda Kalbar Irjen (Purn) Sri Handayani, mantan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, dan mantan pemain Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto. “Nama-nama pimpinan dan anggota TGIPF yang sudah dilaporkan ke presiden dan disetujui. Target waktunya satu bulan,” kata Mahfud.
Bentuk Pansus
Anggota Fraksi PKB DPR Heru Widodo mengeklaim, minus Fraksi PPP, delapan fraksi di Komisi X DPR sepakat bentuk Pansus Tragedi Kanjuruhan. “Segera kami ajukan, kalau hari ini terpenuhi syaratnya, (langsung) kita ajukan ke Pimpinan DPR,” kata Heru dalam konferensi pers di Ruang Fraksi PKB, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin.
Heru menjelaskan, langkah yang akan dilakukan tidak hanya berhenti di situ. Ia menyatakan, fraksi-fraksi di Komisi X juga akan meminta dukungan Komisi III untuk terlibat dalam Pansus. “Besok kita akan minta dukungan yang lebih banyak lagi, teman-teman di Komisi III dan Komisi X,” tutur Heru. Anggota Fraksi PKB lainnya, Muhammad Khadafi menjelaskan alasan Fraksi PPP belum menandatangani usul pembentukan Pansus karena saat proses persetujuan diambil, mereka masih lakukan kunker di luar negeri.
Dua Pintu Stadion
Komisioner Komnas HAM Muhammad Choirul Anam mengatakan hanya dua dari 14 pintu keluar yang terbuka saat insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Persebaya melawan Arema FC, Sabtu. Anam mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait kasus tersebut, mulai dari suporter Arema, keluarga korban, pihak rumah sakit, hingga pemain. “Kami anatomi dari Stadion Kanjuruhan. Nanti seperti apa. Cuma dua pintu terbuka, hiruk pikuknya di pintu yang sama,” kata Anam di Malang, Jawa Timur, Senin.
Komnas HAM mendalami dugaan gas air mata yang digunakan aparat untuk membubarkan massa di Stadion Kanjuruhan, Malang, telah kedaluwarsa. Komisioner Komnas HAM, Muhammad Choirul Anam mengatakan, pihaknya akan menanyakan dugaan penggunaan gas air mata yang telah kedaluwarsa ke petugas medis. Komnas HAM juga akan mendalami apakah para korban meninggal dalam insiden tersebut akibat sesak napas atau ada penyebab lain.
Pernyataan Kompolnas
Kompolnas menyebut insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur sebagai tragedi nasional. “Kami melihat ini tragedi nasional yang sebetulnya menjadi bahan pelajaran yang harus kita dalami betul agar tidak terjadi lagi,” kata Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto di Polres Malang, Senin.Wahyu menyebut seluruh dugaan yang menjadi pemicu tragedi di Stadion Kanjuruhan saat ini masih diselidiki oleh tim dari Mabes Polri.
Sementara itu, ribuan suporter Persebaya Surabaya, Bonek, menggelar doa bersama dengan menyalakan lilin solidaritas untuk Aremania dan Aremanita yang menjadi korban Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Oktober 2022. Mereka berkumpul di Jalan Pahlawan Depan Kantor Gubernur Jawa Timur.
Suasana begitu khidmat. Lantunan doa dikirim mereka, diiringi cahaya lautan lilin yang menyala. “Kami prihatin atas tragedi 1 Oktober 2022 di Kanjuruhan Malang. Ini tragedi kemanusiaan bukan tragedi biasa,” kata salah satu perwakilan Bonek Husain Gozali. ***





