IHH Creative Hub dan Museum Bahari Adakan Festival Cerita Kota: Rempah, Kopi dan Kuliner Betawi

Menara Syahbandar dan Museum Bahari bekas gudang rempah VOC tepi barat Ciliwung/Kalibesar. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (23/1/2023), AMUNISI.CO.ID — Indonesia Hidden Heritage (IHH) Creative Hub bersama Museum Kebaharian Jakarta akan menyelenggarakan Festival Cerita Kota: Rempah, Kopi dan Kuliner  Betawi pada Sabtu  (28/1/2023) di Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Jakarta Utara.

Festival ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, tentang warisan budaya kotanya, sharing session dari para pelaku bisnis kreatif berbasis produk warisan budaya, dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berkegiatan di museum sebagai ruang publik.

Bacaan Lainnya

Deputy Director Indonesia Hidden Heritage Creative Hub, Sriwulantuty R O, mengungkapkan hal itu ketika dihubungi Amunisi, Senin (23/1/2023). Lebih lanjut Sriwulantuty mengatakan, festival tersebut akan berlangsung mulai pukul 08.30 sampai 17.00 WIB dengan berbagai acara menarik dan mendidik.

Di antaranya lomba mewarnai untuk siswa-siswi SD kelas 3 sampai 5, melukis dan pembuatan sketsa, diskusi kreatif yaitu pembicaraan mengenai heritage rempah, kopi dan kuliner Jakarta serta hiburan musik akustik.

“Ada pula bazaar dan gathering komunitas serta workshop memasak bersama Bellfood,” tambahnya.

Taman di Museum Bahari.

Dijelaskan oleh Sriwulantuty, Cerita Kota yang akan digelar dalam acara tersebut merupakan sebuah perayaan, penghargaan, kebanggaan dan salah satu bentuk dari berbagai warisan budaya yang hadir di ruang kota.

Lukisan makanan khas pelaut Buton.

Bersama Museum Bahari, Cerita Kota menghadirkan 12 kisah berbeda tentang Jakarta setiap bulannya yang dikemas dalam program kreatif. Ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang warisan budaya kotanya. Sharing session dari para pelaku bisnis kreatif berbasis produk warisan budaya dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berkegiatan di museum sebagai ruang publik.

Diselenggarakan pula Museum Race yaitu lomba menemukan artefak di museum yang cukup luas tersebut.

Sementara Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari menambahkan Museum Bahari merupakan satu di antara tiga museum yang dikelolanya. Selama tahun 2022 yang lalu Museum Bahari dikunjungi 27.895 orang wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bulan Desember 2022 ada 3.155 orang pengunjung atau rata-rata 116 orang per hari. Bulan Januari 2023 jumlah pengunjungnya rata-rata tiap hari sekitar 70-an orang.

Menurut Mis’ari saat ini Museum Bahari sedang ada Pameran Arthefact Suku Bangsa Bahari Nusantara yang berlangsung sejak 2 Desember 2022 lalu, sampai 2 Maret 2023 mendatang.

Tampak dipamerkan perahu dan kapal miniatur suku bangsa bahari Nusantara penakluk samudra. Juga lukisan lukisan kehidupan suku bangsa bahari karya pelukis yang berpotensi.

Mengenai koleksi tanaman rempah, diakui oleh Mis’ari kini tetap terawat dengan baik di halaman dalam Museum Bahari. Lebih dari 100 tanaman rempah dari 20-an jenis rempah di antaranya lada, pala, cengkeh, sirih, langkuas, jahe, kayu manis dan kunyit. Koleksi tanaman rempah mtersebut telah dimiliki Museum Bahari sejak 12 Oktober 2022 tepat pada Hari Museum Nasional yang lalu. (PRI).

Total Views: 1041

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *