JAKARTA (21/9/2022), AMUNISI.CO.ID — Komunikasi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ternyata lancar-lancar saja. Buktinya, Ganjar dipercaya Megawati untuk menyampaikan arahan kepada para kepala daerah dari PDIP dalam rapat konsolidasi yang digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jaksel, Kamis (21/9/2022).
Kata Ganjar, Megawati meminta para kepala daerah dari PDIP tidak usah ikut-ikutan dansa politik, tetapi fokus mengurus daerah masing-masing. “Ya pada enggak usah ikut dansa politik gitu. Tugas kita kan suruh diperintahkan untuk ngurus daerah. Ya sudah kan kita kepala daerah,” kata Ganjar.
Ganjar mengatakan Megawati juga meminta para kadernya untuk terus terjun ke bawah bersama masyarakat. Semua kader diminta memperhatikan ekonomi masyarakat, terlebih usai pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). “Politik anggaran merespons persoalan-persoalan akibat kenaikan BBM. Maka semua mesti bicara soal ekonomi kerakyatan,” katanya.
Mega, kata Ganjar, mewanti-wanti para kadernya mengantisipasi soal krisis pangan. Ada kepala daerah yang diminta untuk menanam 10 tanaman pendamping beras. “Enggak boleh korupsi. Tadi masalah itu ditekankan betul oleh Ketua Umum,” tegas Ganjar.
Agar Menahan Diri
Ganjar berharap para kader PDIP termasuk pendukungnya menahan diri di tengah dinamika politik menjelang Pilpres 2024. Harapan itu merespons pendukungnya yang mau membentuk Dewan Kopral guna menyaingi Dewan Kolonel made in sejumlah anggota Fraksi PDIP di DPR. “Saya minta semuanya bisa menahan diri. Tadi Pak Sekjen sudah menyampaikan mungkin itu hanya candaan-candaan, jadi publik tidak perlu merespons,” kata Ganjar.
Ganjar menegaskan, urusan pencalonan presiden oleh partainya merupakan hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Ia yakin keputusan Megawati nanti akan diikuti bukan saja oleh kader PDIP, tetapi juga para relawannya. Ganjar yakin relawan pendukungnya bisa bekerja sama setelah Megawati mengambil keputusan soal capres yang akan diusung PDIP.
“Kalau sudah ditentukan saya kira semua relawan dari pendukung siapa pun bisa kolaborasi. Tahan diri. Edukasi publik agar semuanya ya demokrasinya makin dewasa,” katanya.
Ganjar mengaku mendengar kabar soal wacana pembentukan Dewan Kopral untuk mendukung dirinya pada Pilpres 2024. Akan tetapi, ia tidak pernah berkomunikasi dengan relawan, khususnya Ganjar Pranowo (GP) Mania terkait pembentukan Dewan Kopral.
“Enggak ada (koordinasi), enggak ada,” tegasnya. Ganjar mengaku tidak bisa menertibkan relawan yang ingin membentuk Dewan Kopral itu. “Yang nertibin siapa?” tanya Ganjar.
Tiga Nama untuk DKI-1
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap tiga nama kader PDIP yang berpotensi bakal diusung dalam Pilgub DKI Jakarta pada 2024. Ketiga nama tersebut adalah MenPAN-RB Azwar Anas, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Ia tidak menyebutkan nama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra Presiden Jokowi. “Ya, kemarin ada yang mengusulkan Bu Risma, ada yang mengusulkan Pak Hendi. Ada yang mengusulkan Pak Anas,” kata Hasto di Sekolah PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis. ***





