JAKARTA (19/9/2022), AMUNISI.CO.ID — Indonesia Police Watch (IPW) meminta tim khusus Polri mengusut soal private jet yang digunakan Brigjen Hendra Kurniawan saat menemui keluarga Brigadir Yosua di Jambi. IPW juga meminta Polri untuk mengusut pemilik private jet tersebut.
“IPW meminta tim khusus Polri menjelaskan keterlibatan dua orang sipil dalam kasus Sambo Konsorsium 303. Sekaligus membongkar peranannya, menyusul terungkapnya pemakaian private jet oleh Brigjen Pol Hendra Kurniawan dalam kaitan temuan uang Rp155 Triliun oleh PPATK dari judi online,” ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (19/9/2022).
Brigjen Hendra Kurniawan, eks Karopaminal Divisi Propam Polri diperintah oleh Ferdy Sambo yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, pergi ke Jambi untuk menemui keluarga Brigadir Yosua guna menjelaskan kematian Brigadier J. Brigjen Hendra kemudian berangkat ke Jambi menggunakan private jet yang diduga milik mafia judi. Brigjen Hendra diketahui berangkat ke Jambi bersama sejumlah personel Polri lainnya.
IPW menduga penyedia jet pribadi eks Karo Paminal Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan merupakan sosok di balik Konsorsium 303 Jakarta. Jet pribadi itu disebut IPW digunakan oleh Hendra untuk menemui keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Jambi, pada Senin (11/7/2022) lalu atas perintah Ferdy Sambo.
Sugeng mengklaim berdasarkan penelusuran yang dilakukan, pihaknya menemukan bahwa pesawat pribadi yang digunakan Hendra tersebut bertipe Jet T7-JAB. Sugeng kemudian menduga pesawat jet pribadi yang digunakan oleh Hendra tersebut merupakan kepunyaan RBT alias Bong.
“Dalam catatan IPW dia adalah Ketua Konsorsium Judi Online Indonesia yang bermarkas di Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, yang hanya berjarak 200 meter dari Mabes Polri,” ujarnya.
Dalam catatan IPW, pesawat itu juga kerap digunakan oleh AH dan YS yang namanya terkait dalam isu Konsorsium 303 wilayah Jakarta. IPW mendesak agar timsus juga turut menyelidiki hubungan kedua masyarakat sipil tersebut dengan Ferdy Sambo dalam kasus ini. Termasuk soal dugaan Konsorsium 303 yang dinaungi oleh Sambo.
Sugeng menduga ketiganya terlibat dalam pemberian dukungan terhadap pencalonan capres tertentu di 2024. Menurut Sugeng, hal itu juga dilakukan Sambo untuk memuluskan tujuannya untuk menjadi Kapolri.
“IPW meminta tim khusus Polri menjelaskan keterlibatan dua orang sipil dalam kasus Sambo Konsorsium 303, sekaligus membongkar peranannya, menyusul terungkapnya pemakaian private jet oleh Brigjen Pol Hendra Kurniawan dalam kaitan temuan uang Rp155 triliun oleh PPATK dari judi online,” kata Sugeng.
Repons Polri
Polri merespons pernyataan IPW yang menyebut ada dua sipil menyediakan private jet yang digunakan Brigjen Hendra Kurniawan saat menemui keluarga Brigadir Yosua di Jambi. Polri mengatakan hal itu masuk dalam ranah Pembinaan dan Pengawasan Profesi (Wabprof) Divpropam Polri. “Itu bagian daripada, dari timsus ya, khususnya dari Wabprof ya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin.
Sementara itu, pengusaha Robert Priantono Bonosusatya membantah tudingan IPW yang menyebut dirinya sebagai penyedia jet pribadi untuk Brigjen Hendra Kurniawan. Robert mengeklaim tak memiliki kendaraan jet pribadi. Oleh sebab itu, ia mempertanyakan bukti kepemilikan pesawat jet pribadi yang dilayangkan IPW terhadap dirinya itu.
“Tidak benar itu, tidak benar sama sekali. Bukan saya, mana ada saya jet pribadi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (20/9). Kendati demikian, Robert tidak menampik apabila dirinya mengenal mantan Karo Paminal Propam Polri tersebut. Hanya saja, ia mengaku sudah lama tidak saling kontak dengan Hendra. “Hendra kenal dari zaman dahulu. Sudah lama sekali saya kontak dia sejak 5 atau 6 tahun. Waktu itu dia masih AKBP,” ujar Robert. ***





