UncategorizedBuku Westzijdsche Pakhuizen Batavia 1652-1977 Bercerita Periode VOC

Buku Westzijdsche Pakhuizen Batavia 1652-1977 Bercerita Periode VOC

JAKARTA (16/7/2024), AMUNISI.CO.ID – Buku berjudul Westzijdache Pakhuizen Batavia 1652-1977 : Dari Gudang Barat Hingga Museum Bahari, telah diluncurkan Kamis (11/7/2024) yl di Aula Ir.H.Djuanda, Museum Bahari, Jl Pasar Ikan no.1, Penjaringan, Jakarta Utara.

Setelah peluncuran oleh Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari, dilanjutkan bedah buku tersebut oleh penulisnya Bambang Eryudhawan dan Nadia Purwestri dari Pusat Dokumentasi Arsitektur Indonesia sebagai narasumber.

Sebagai penanggap Bondan Kanumoyoso Dekan FIB UI dengan moderator Nofa Farida, Direktur IHHCH.

Seorang arkeolog senior Candrian Attahiyat setelah membacanya di rumah menilai, buku Westzijdsche Pakhuizen Batavia 1652- 1977 itu terlalu banyak bercerita periode VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dibanding periode Hindia Belanda maupun periode setelah kemerdekaan.

“Ada sekitar 60% sendiri cerita pada periode VOC tersebut. Padahal masyarakat juga perlu tahu bagaimana keadaan setelah VOC gulung tikar sampai zaman kemerdekaan,'” kata Candrian kepada Amunisi.co.id, di Jakarta Timur, Selasa (16/7/2024).

Namun Candrian alumnus UI yang pernah menjabat Kepala Balai Konservasi Cagar Budaya DKI Jakarta itu optimistis, bahwa untuk penerbitan buku lanjutannya dapat diceritakan lebih lengkap tentang suasana pergudangan tersebut pada periode Pemerintahan Hindia Belanda maupun berikutnya sampai kemerdekaan bahkan hingga tahun 1977.

Kepala Pusat Konservasi Cagar Budaya Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Norviadi Setio Husodo dalam acara bedah buku tersebut mengharapkan agar dibuat buku elektronik atau e-book agar mudah dibaca masyarakat lebih luas lagi.

“Semoga pembuatan e-book itu dapat disetujui. Sebab hal itu menyangkut kesanggupan pihak penerbit, penulis buku maupun pihak pencetaknya,” kata Norviadi lagi ketika dihubungi Selasa (16/7/2024).

Dengan buku digital maka informasi dan isi buku itu mudah diakses di perpustakaan dan di manapun berada, imbuh Norviadi arkeolog lulusan Universitas Udayana tersebut..

Bang Ahmad pemerhati sejarah rempah, budaya dan busana juga mengharapkan agar buku Museum Bahari dan sejarahnya iru dicetak sebanyak mungkin.

Sementara Bondan Kanumoyoso Dekan FIB Universitas Indonesia itu menyayangkan kurangnya kehadiran generasi muda pada acara peluncuran dan bedah buku tersebut.
Padahal buku itu penting membahas issue dekolonisasi.

“Kita ingin rekonstruksi dengan perspektif kita sejarah Indonesia dari sejarah dunia,” ujar Bondan.

Bambang Eryudhawan dan Nadia Purwestri sebagai penulis buku tersebut mengungkapkan dalam 2 bulan selesailah buku setebal 254 halaman itu disusun.

Dari bahan dan dokumen yang ada gudang rempah VOC itu merupakan tempat seleksi kualtas rempah untuk seluruh Asia bahkan dunia.
“Jadi Batavia saat itu seperti Singapura sekarang,” katanya.

Diceritakan oleh Eryudhawan pada abad 16 – 18 itu armada Eropa dalam mencari rempah rempah ke Nusantara menghadapi tantangan berat dan lamanya sampai 11 bulan pergi pulang.
“Kapal kapal yang pulang membawa hasil paling jumlahnya tinggal setengahnya,” kata Eryudhawan.

Sementara Kepala UP Museum Kebaharian Mis’ari menjelaskan buku sejarah gudang rempah menjadi Museum Bahari itu diterbitkan dalam rangka HUT ke 497 Kota Jakarta dan HUT ke 47 Museum Bahari yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Letjen Marinir (Pur) Ali Sadikin 7-7-1977.

“InsyaAllah buku berikutnya akan menyusul,” ungkap Mis’ari berjanji. Hadir saat itu mantan Kepala Museum Bahari tahun 2002 Husen Muhammad, Arkeolog Husnison Nizar, wakil Kedubes Belanda, Ketua Asosiasi Museum Indonesia DKI Jakarta Yiyok Trio Herlambang dan sejumlah peminat sejarah dan kebaharian. (PRI)

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...
- Advertisement -spot_img