JAKARTA (22/7/2024), AMUNISI.CO.ID — Awas kalau muncul pesan SMS atau WA di handphone anda tentang hadiah. Itu bisa jadi jebakan pinjaman online ilegal. Demkian diungkapkan oleh Agung Budi Prasetio, ST, M.Eng, Phd, praktisi teknologi informasi dari Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) dalam sosialisasi bahaya penyalahgunaan data pribadi dalam pinjaman online (pinjol) ilegal di Taman Benyamin Suaeb, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (22/7/2024).
Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komisi XI DPR RI itu dibuka oleh Ketua Asosiasi Portal Online Indonesia Nuralim Halvaima SH, MH yang diikuti lebih dari 160 blogger sahabat blogger dan wartawan.
Lebih lanjut Agung Budi Prasetio mengakui pinjaman on line (pinjol) memang begitu mudah, tanpa agunan dan langsung dapat diterima peminjam. Namun hati hati billa pinjol itu dari lembaga keuangan ilegal, peminjam harus mengembalikannya bisa berlipat lipat. Belum lagi menagihnya kasar dengan berbagai cara.
Menurut Agung Budi Prasetio pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi pinjaman online. Sampai saat ini ada 98 lembaga keuangan legal yang memberikan pinjaman online. .
“Jumlah dana pinjol yang disalurkan Rp 221,56 triliun untuk 22.986 peminjam,” kata Agung kepada Amunisi.co.id, yang menghubunginya via handphonenya Selasa (23/7/2024) malam.
Sedang tahun sebelumnya dana pinjol yang disalurkan Rp 113,46 Triliun untuk 9.421 peminjam.
Jadi dari jumlah peminjam tahun ini meningkat menjadi 2,4 kali lipat. Sementara nilai pinjamannya meningkat menjadi 1,9 kali lipat dari tahun lalu.
Yang mengherankan menurut Agung , guru termasuk golongan profesi yang banyak melakukan pinjaman online di samping para karyawan yang terkena PHK, pedagang, dan pengemudi ojek online.
Diharapkan masyarakat jangan mudah memberikan foto diri dengan KTP agar terhindar dari penyalahgunaan data pribadi untuk kejahatan orang lain.
Pembelian pulsa atau kuota di pinggir jalan juga berpotensi untuk disalahgunakannya nomor hp yang dicatatkan di warung pulsa tersebut.
Usai mengikuti sosialisasi tersebut puluhan peserta melihat lihat ruang display Museum Benyamin Suaeb yang diresmikan Gubernur DKi Jakarta Anies Rasyid Baswedan tahun 2018 yang silam. Gedung tersebut sebelumnya menjadi.kantor dan markas Kodim 0505 Jakarta Timur. (PRI)





