TBM Pulau Lancang di Kepulauan Seribu Minim Bacaan, Harapkan Banyak Buku dari Donatur

Siswa MDTI di halaman TBM Pulau Lancang (DOK PRI)

JAKARTA (22/1/2025), AMUNISI.CO.ID — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pulau Lancang, RT 01/02 Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, DKI Jakarta, sudah lebih setahun berdiri. Namun, hingga kini belum memiliki koleksi buku bacaan yang memadai.

Karena itu diharapkan warga masyarakat dermawan yang memiliki buku-buku bacaan terutama buku bimbingan keagamaan Islam bersedia menyumbangkannya ke TBM Thoyyibah Islamiyah di Pulau Lancang tersebut.

Ustadz Usman selaku inisiator dan Ketua TBM Thoyyibah Islamiyah di Pulau Lancang mengungkapkan hal itu kepada Amunisi.co.id, Selasa (21/1/2025). “Buku TBM kami baru sepuluh. Karena itu kami harapkan bantuan masyarakat,” kata Ustadz Usman.

Bagi masyarakat yang berminat menyumbangkan buku bukunya namun tinggal di daratan DKI Jakarta dapat mengirimkannya ke Pulau Lancang memakai perusahaan jasa pengiriman paket. “Bisa juga ke Pak Sopiyan yang selama ini banyak membantu saya,” kata Usman.

Menurut Ustadz Usman, TBM Pulau Lancang tersebut berukuran 56 m2 dibangun sejak 5 Juni 2023 dan selesai November 2023. Seluruh biayanya sekitar Rp30 Juta. Jumlah itu termasuk patungan warga Pulau Lancang , para donatur dan bantuan Baznas Bazis DKI Jakarta.

Saat ini bangunan TBM Pulau Lancang itu selain bermanfaat untuk fasilitas madrasah diniyah dengan lebih 70 siswanya, juga untuk tempat belajar dan mengajar Taman Kanak-Kanak, yang memiliki siswa berjumlah 20-an.

Kecuali itu secara berkala juga digunakan untuk kegiatan Posyandu dalam pelayanan kesehatan maupun untuk kegiatan lain bagi masyarakat Pulau Lancang.

Sementara itu Sopiyan warga RT 02/02 Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan mengakui, ia secara berkala sering ke Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari untuk bersilaturahmi.

Sopiyan yang bekerja di Museum Arkeologi Onrust itu menyatakan akan senang bila dapat membantu pendidikan generasi muda Kepulauan Seribu. Karena itu ia tidak keberatan bila dititipi buku buku untuk TBM Pulau Lancang.

“Kirimkan ke alamat saya di Pulau Untung Jawa RT 002/RW 02, atau langsung ke Taman Bacaan Masyarakat Pulau Lancang,” ucap Sopiyan melalui handphone-nya dari Pulau Onrust, Rabu (22/1/2025).

Sopiyan menambahkan, sedikitnya sebulan sekali ia berlayar ke Museum Kebaharian Jakarta di Jalan Pasar Ikan Nomor 1, Penjaringan, Jakarta Utara untuk koordinasi pekerjaannya sebagai sekuriti Museum Arkeologi Onrust. (PRI)

Total Views: 871

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *