JAKARTA, AMUNISI.CO.ID: PDIP besutan Megawati Soekarnoputri bisa saja ajukan dua kader handalnya, yaitu Ganjar Pranowo dan Puan Maharani sebagai pasangan capres-cawapres 2024 dalam satu paket. Hal itu dapat dilakukan karena jumlah suara PDIP di parlemen melampaui persyaratan presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden sebesar 20 persen seperti yang tertera dalam pasal 222 UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Politisi senior PDIP Panda Nababan dalam program Adu Perspektif belum lama ini juga bicara soal bakal calon presiden 2024. Dia mengatakan cuma PDIP yang berani mengajukan dua nama bakal capres. “Partai di Republik ini yang berani mengajukan dua kandidat calon hanya PDIP Perjuangan. Golkar berani di luar Airlangga? Gerindra berani di luar Prabowo? Kita ada dua, Puan Maharani sama Ganjar,” ujar Panda.
Panda mengatakan, ini merupakan realita. Pasalnya, dua sosok itu kini marak dibicarakan masyarakat hingga kerap masuk survei. “PDIP ini partai demokrasi. Yang muncul di permukaan kan dua (sosok), yang (sering) dibicarakan dua (sosok). Ini fakta,” ujar Panda. Meski begitu, kewenangan penunjukan capres ada di tangan Megawati Soekarnoputri selaku Ketum PDIP. “Saya tidak punya kapasitas mencalonkan mereka berdua,” tegasnya.
Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio alias Hensat menilai pendapat Panda Nababan tersebut menjadi sinyal peringatan dari PDIP untuk partai-partai lain yang akan mengusung Ganjar. Menurutnya hal ini menunjukkan Ganjar akan dipertahankan PDIP.
“Menurut saya hal ini menjadi sinyal bagi partai politik lain yang ingin meminang Ganjar, bahwa ada warning dari PDI Perjuangan bahwa Ganjar akan dipertahankan di PDI Perjuangan,” ujar Hensat saat dihubungi, Jumat (27/5/2022).
Hensat mengatakan PDIP memang bisa mengusung calon sendiri. Namun PDIP dinilai harus memutuskan siapa yang bakal diusung di antara kedua tokoh tersebut. “Nggak apa-apa juga karena PDI Perjuangan kan bisa sendiri, jadi artinya mereka bisa putuskan tuh di internal partai Puan atau Ganjar,” tuturnya.
Ia juga menilai tidak akan ada masalah bila Puan atau Ganjar diajukan sebagai capres dari PDIP. Menurutnya masalah justru akan muncul bila nantinya Ganjar diusung oleh parpol lain. “Nggak ada masalah selama majunya dari PDI Perjuangan. Kalau majunya dari partai lain ya jadi masalah,” kata Hensat.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto merespons pernyataan Panda Nababan soal hanya PDIP yang berani mengajukan dua nama bakal capres, merupakan aspirasi, hasil akhirnya tetap berada di tangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Dalam demokrasi ini, kan mereka-mereka, rakyat, komunitas, bisa menyampaikan aspirasinya. Tetapi, dalam konstitusi partai, Ibu Megawati-lah yang mempertimbangkan dengan jernih,” papar Hasto kepada wartawan di Lapangan Parkir Senayan, GBK, Jumat.
Menurut Hasto, butuh pertimbangan yang matang untuk mengusung calon presiden. Dia menegaskan Capres yang dipilih nantinya harus menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap masa depan masyarakat Indonesia. ***





