JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta sekaligus aktivis hak asasi manusia Robertus Robet mendukung gagasan Reformasi Jilid II yang disampaikan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra. “Kita memerlukan reformasi jilid 2, menurut saya namanya Reformasi Republikan,” kata Robet, Jumat (27/5/2022).
Menurut Robet, konsep Reformasi Republikan ditujukan untuk memperbarui politik di Indonesia, agar bermartabat dalam mencapai common good (kebaikan bersama). Robet mengatakan, selama ini politik Indonesia sudah berubah menjadi layaknya ‘pasar’ akibat pengaruh kelompok oligarki.
Dampak buruknya adalah, lanjut Robet, politik tidak lagi menjadi jalan untuk mencapai keadilan dan kebebasan.
“Reformasi kedua harus diarahkan untuk membersihkan politik dari invasi ekonomisasi. “Ini penting untuk memperkuat dan memberikan fondasi nilai untuk demokrasi,” ujar Robet. ***





