Pameran Koleksi Founding/Finding Text Dihadiri Isteri Gubernur dan 50 Pengunjung Ikut Bincang Seniman

Kiri Fery Farhati melihat pameran. Kanan: Dua sosok rangka dalam sangkar kelambu. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (17/9/2022), AMUNISI.CO.ID — Pameran koleksi, seni media dan kontempoter di Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua Jakarta, Jumat (16/9/2022) sore dibuka resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta yang diwakili Kepala Bidang Pelindungan Dinas Kebudayaan DKI Norviadi Setio Husodo.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Pusat Konservasi Cagar Budaya Linda Erliani, Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta Esti Utami dan Kepala Unit Pengeloa Museum Kebaharian Jakarta Mis Ari, Ketua AMI DKI Paramita Jaya Yiyok Trio Herlambang serta para seniman. Di antaranya pelukis Jan Praba dan Ketua Komunitas Jelajah Budaya Kartum Setiawan serta dari Kelompok Pecinta Museum Indonesia, Anna Christy.

Bacaan Lainnya
Salah satu yang dipamerkan di MSRK.

Pembukaan tersebut ditandai penandatangan poster tajuk pameran, Founding/Finding Text oleh Norviadi Setio Hutomo atas nama Kadis Kebudayaan DKI Jakarta. Kemudian disusul Kepala Unit Pengelola Museum Seni Sri Kusumawati dan Ketua AMI DKI Paramita Jaya Yiyok T Hetlambang. Tak lama setelah itu datang isteri gubernur DKI Jakarta Fery Farhati Anies Baswedan bersama rombongan yang disambut Sri Kusumawati.

Dipandu kurator Sudjud. Dartanto dan co-kurator Dayna Fitria Ananda, maka Fery Farhati Anies Baswedan menikmati lukisan maupun karya seni kontemporer yang dipamerkan. Di antaranya lukisan unggulan Museum Seni Rupa dan Keramik ini yang bertajuk Pengantin Revolusi.

Lukisan tersebut karya pelukis Hendra Gunawan tahun 1955 yang telah menjadi Cagar Budaya tahun 2022. Juga beberapa sketsa karya Henk Ngantung dari rekaman peristiwa awal kemerdekaan RI.

Pada hari kedua, yakni Sabtu (17/9/2022), ratusan pengunjung museum menikmati pameran yang menampilkan pula karya Antin Sambodo, Dwi Tunggal, Evy Yonathan, Lenny Ratnasari, Gelar Sumantri, dan Yudhi Sulistyo Arif Bachoxs Witjaksono.

“Kalau week end seperti ini jumlah pengunjung biasanya sampai 500 lebih. Banyak anak anak siswa sekolah,” kata U’us Ustandi, Kepala Satuan Pelayanan Museum Seni Rupa dan Keramik, Sabtu (17/9/2022) sore.

Kata U’us, acara Bincang Seniman dilangsungkan dari pukul 11.00 sampai 12.30. “Pesertanya ada 50-an,” tambahnya.

Kepala Satlak Informasi dan Edukasi Unit Pengelola Museum Seni, Ardi Hariyadi mengakui banyaknya peserta bincang dengan seniman. “Tidak semua pesertanya seniman,” kata Ardi. Dijelaskan, tiga orang yang memimpin acara itu masing masing Lenny Ratnasari dan Nawa Tunggal selaku seniman dan Sudjud Dartanto selaku kurator.

Dari materi pameran banyak pengunjung yang menaruh perhatian pada ujud miniatur kapal perang berwarna coklat kehijauan.

Juga pada keramik kecil-kecil di meja panjang dalam berbagai bentuk. Pengunjung lainnya tertarik pada dua sosok rangka dalam kurungan kelambu yang disoroti lampu spot warna warni.

“Itu biasa. Kan pameran seni kontemporer,” kata Jan Praba pelukis dengan media kopi.

Anna Christy selaku pecinta museum juga mengaku sering menyaksikan pameran karya seperti itu, terutama di Galeri Nasional.

“Yang mengesankan bahwa koleksi Pengantin Revolusi dari Hendra Gunawan sudah ditetapkan menjadi Cagar Budaya Nasional tahun 2022. Perhatian dan penghargaan pemerintah terhadap lukisan yang mempunyai konteks sejarah semakin baik,” ujar Anna.

Menurutnya, ada empat lukisan koleksi museum ini yang ditetapkan menjadi benda cagar budaya (BCB) tahun 2022. Selain Pengantin Revolusi, juga lukisan Bupati Cianjur karya Raden Saleh Sjarif Bastaman, Prambanan Seko karya S.Sudjojono dan Dewi karya Agus Djaya.

Kasatpel Museum Seni Rupa dan Keramik, Uus Ustandi menambahkan predikat Benda Cagar Budaya tersebut tingkat daerah. Jadi lengkapnya BCBD. (PRI).

 

Total Views: 1018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *