Cafe Difabis Jakarta Timur Dibongkar, Karyawan Difabel Tetap Masuk dan Digaji

arista Rafli yang libur bekerja karena cafenya direnovasi (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (7/2/2025), AMUNISI.CO.ID — Cafe Difabis di taman kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis (6/2/2025) mulai dibongkar. Kegiatan itu dalam rangka renovasi bangunan cafe dan lingkungannya serta taman yang ada. Sehari setelah ditinjau Sekko Jakarta Timur Kusmanto yang memerintahkan agar Cafe Difabis juga segera direnovasi. Namun tiga orang difabel yang dipekerjakan di cafe tetap masuk untuk membantu pekerjaan tersebut.

“Mereka tetap digaji, tetapi tidak mendapat uang makan harian,” kata Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Napisah yang dibenarkan Anas Abi Anzah dari Seksi Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Bazis Jaktim selaku pengelola Cafe Difabis.

Terlihat lantainya dibongkar. (DOKUMEN PRI)

Menurut Eka Nafisah pekerjaan renovasi itu meliputi sedikit perluasan bangunan dan mengganti atap. Bangku dan meja taman dapat dimanfaatkan Cafe Difabis sudah jadi. Diharapkan renovasi tersebut selesai dalam sepekan.

Pelaksana renovasi cafe, Lutfi dari PT BKJ ketika ditemui wartawan di lokasi cafe taman menuturkan saat ini mengerahkan empat pekerjanya. Diharapkan tanggal 11 atau 12 Februari selesai. “Sebab rencananya tanggal 13-nya sudah peresmian,” tuturnya.

Lutfi mengungkapkan bangunan cafe diperluas sedikit ke arah utara. Sedang atapnya yang transparan diganti yang lebih tebal sehingga bila kejatuhan dahan atau ranting yang patah tidak pecah dan bocor.

Sementara Kasie Perencanaan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur Randi tampak mengawasi pekerja dan sesekali memberikan pengarahan kepada mandornya.. “Areal ini dibagi-bagi. Sekitar cafe sampai ke sana tugas kami dan diberi nama Pelataran Timur,” tuturnya kepada wartawan.

Di taman itu disediakan meja dan bangku panjang dilengkapi beberapa stop kontak listrik. “Jadi kalau mau ngopi sambil bekerja dengan laptop juga bisa,” kata Randi. Mengenai adanya beberapa rumpun tanaman jagung di sebelah timur cafe, dan bangunan green house, Randi mengatakan bukan bagiannya. “Itu Sudin KPKP,” katanya.

Tampak barista cafe tersebut, Rafli, dan teman sekerjanya Rara datang juga. Namun ia kurang tahu pasti sampai berapa lama harus libur. Beberapa pelanggan yang datang ke cafe siang itu kecewa karena tutup. Tak berapa lama lantai keramiknya dibongkar. (PRI)

Total Views: 777

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *