UncategorizedBali Menuju Quality Tourism, Habib Aboe Soroti Dampak Wisata Massal terhadap Lingkungan

Bali Menuju Quality Tourism, Habib Aboe Soroti Dampak Wisata Massal terhadap Lingkungan

JAKARTA (21/06/2026), AMUNISI.CO.ID  — Selama lebih dari tiga dekade, Bali menjadi wajah pariwisata Indonesia di panggung global. Pulau ini berhasil menarik jutaan wisatawan setiap tahun dan menjadi salah satu motor utama perekonomian nasional. Namun di balik gemerlap industri wisata yang terus tumbuh, Bali juga menghadapi tekanan yang semakin nyata: kemacetan, persoalan sampah, degradasi lingkungan, hingga munculnya pertanyaan mengenai seberapa besar manfaat ekonomi pariwisata benar-benar dirasakan masyarakat lokal.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, muncul dorongan agar Bali tidak lagi hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Fokus pembangunan pariwisata dinilai perlu bergeser ke arah kualitas, keberlanjutan, dan pemerataan manfaat ekonomi.

Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mendorong Pemerintah Provinsi Bali menyusun peta jalan (roadmap) yang jelas untuk mengubah orientasi pembangunan pariwisata dari model wisata massal (mass tourism) menuju pariwisata berkualitas (quality tourism).

Menurut Habib Aboe, transformasi tersebut menjadi kebutuhan mendesak jika Bali ingin mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata kelas dunia tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan identitas budaya yang selama ini menjadi daya tarik utamanya.

“Yang dibutuhkan adalah peningkatan nilai ekonomi yang diterima masyarakat tanpa menambah beban terhadap lingkungan,” kata Aboe dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/6/2026), terkait kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Bali.

Pernyataan tersebut mencerminkan perubahan cara pandang terhadap keberhasilan sektor pariwisata. Selama ini, kinerja pariwisata kerap diukur dari tingginya angka kunjungan wisatawan. Namun pendekatan tersebut dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan yang muncul seiring meningkatnya aktivitas wisata.

Habib Aboe menilai indikator keberhasilan pariwisata ke depan harus lebih menekankan kualitas pengalaman wisatawan, nilai tambah ekonomi yang dihasilkan, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.

Menurut dia, Bali memiliki modal kuat untuk memimpin perubahan tersebut. Selain dikenal sebagai destinasi wisata unggulan dunia, Bali memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan ekosistem sosial yang dapat menjadi fondasi bagi pengembangan model pariwisata yang lebih berkelanjutan.

“Hasil diskusi dan pengamatan yang dilakukan BKSAP menunjukkan bahwa Bali berpeluang menjadi pelopor pengembangan quality tourism di kawasan Asia Pasifik. Model ini mengedepankan wisata yang lebih selektif, berorientasi pada kualitas layanan, menjaga daya dukung lingkungan, serta menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding sekadar mengejar volume kunjungan,” papar mantan Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu.

Dalam konteks tersebut, investasi dinilai menjadi faktor penting. Namun Habib Aboe mengingatkan bahwa Bali tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya nilai investasi yang masuk.

Ia menegaskan bahwa investasi yang dibutuhkan adalah investasi berkualitas, yakni investasi yang ramah lingkungan, mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta menghadirkan transfer pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat.

“Investasi harus memberi manfaat jangka panjang dan memperkuat posisi masyarakat lokal sebagai pelaku utama industri pariwisata,” ujar Habib Aboe, yang juga anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS itu lagi.

Pendekatan tersebut diyakini dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas sekaligus menjaga karakter Bali sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Selain mendorong perubahan strategi pembangunan, Aboe juga menawarkan dukungan melalui jalur diplomasi parlemen. Sebagai bagian dari BKSAP DPR RI, ia menilai jejaring kerja sama dengan berbagai parlemen dan organisasi internasional dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi, memperluas akses investasi berkualitas, serta membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menurut dia, diplomasi parlemen tidak hanya berfungsi dalam urusan politik luar negeri, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah dan memperkuat daya saing destinasi wisata Indonesia.

Lebih jauh, Aboe menilai Bali memiliki kapasitas untuk berkembang bukan hanya sebagai tujuan wisata internasional, melainkan juga sebagai pusat pembelajaran global mengenai praktik pariwisata berkelanjutan.

Ia mendorong penyelenggaraan forum-forum internasional yang mempertemukan pemerintah, parlemen, akademisi, dan pelaku usaha guna membahas isu keberlanjutan, ketahanan destinasi wisata, serta pelestarian budaya di tengah pertumbuhan industri pariwisata global.

_Jika langkah tersebut dapat diwujudkan, Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai pusat lahirnya gagasan, kebijakan, dan inovasi global dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan,” sebut Legislator dari Dapil Kalimantan Selatan I tersebut.

Dorongan untuk meninggalkan pola wisata massal dan beralih menuju pariwisata berkualitas mencerminkan tantangan yang kini dihadapi banyak destinasi dunia. Bagi Bali, transformasi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memastikan pertumbuhan industri pariwisata tetap berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan, perlindungan budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dengan roadmap yang terukur, investasi yang lebih selektif, serta dukungan kerja sama internasional, Bali berpeluang menjadi model sukses transformasi pariwisata berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik dan memperkuat posisinya sebagai ikon pariwisata Indonesia di masa depan, demikian Habib Aboe. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...

班索特指出残障人士受教育权保障仍存差距

印尼国会专业集团党议员、第 15 届人民协商会议主席班邦・苏萨特约(班索特)指出,尽管宪法与多项法律已明确保障残障人士享有平等受教育权,但在国家教育体系的实际落实中仍存在明显差距。目前仍有大量残障儿童因设施不便、特教老师不足、政策执行不力及社会偏见等因素,难以获得优质、安全且包容的教育机会。 中央统计局 2025 年数据显示,印尼残障人士约达 1780 万人,占总人口 2.17%。其中 5...
- Advertisement -spot_img