Atasi Banjir, 12 Personel Gabungan Batu Ampar Bongkar Turap untuk Saluran Crossing

Bakal dibangun saluran crossing /sodetan untuk atasi genangan banjir (DOK PRI)

JAKARTA (22/2/2025), AMUNISI.CO.ID — Sebanyak 12 personel gabungan Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur bekerja membuat crossing atau sodetan saluran air di Jalan H Raijin RT 16/02 Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur. Aktivitas mereka terpantau pada Sabtu (22/2/2025). Pekerjaan itu sebagai upaya mengatasi genangan air yang sering terjadi di wilayah tersebut.

“Personel gabungan tersebut tujuh orang dari Satgas Sumber Daya Air (SDA) dan lima orang PPSU Kelurahan Batu Ampar,” kata Kasie Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Batu Ampar Isra Nurhikmah. Menurut Isra, pengerahan lima orang PPSU dan satu unit gerobak motor untuk percepatan pekerjaan dalam.mengangkut material. “Jadi setiap hari pasukan oranye itu dikerahkan di situ,” kata Isra.

Pembongkaran turap dan pagar pembatas rumah warga setempat dilakukan secara manual. Lokasinya persis di ujung Saluran Phb Batu Ampar yang menjadi titik temu dengan Kali Induk.

Sementara itu Kasatpel SDA Kecamatan Kramat Jati, Muchlis kepada Sudin Kominfotik Jakarta Timur Jumat (21/2/2025) mengatakan, pembuatan crossing dengan panjang lima meter dan lebar 2,8 meter itu harus dilakukan secara manual. Alasannya medannya begitu sempit dan tidak ada akses masuk alat berat. Diakuinya bahwa lahan yang dibuat crossing saluran air itu milik Rohmah (84), warga setempat.

“Pembuatan crossing saluran air ini untuk memperlancar aliran air dari Saluran Phb Batu Ampar menuju Kali Induk. Karena saat hujan deras, debit air tinggi sehingga terjadi antrean air di titik temu dua kali tersebut,” kata Muchlis. Sebagai solusinya, dibuatkan crossing agar air dari Saluran Phb Batu Ampar ini cepat mengalir ke Kali Induk. Kalau tidak, maka air meluber ke pemukiman warga dan akan menggenang setinggi 30 Cm. “Hal itu terjadi sudah lebih dari 10 tahun. Sehingga warga mengusulkan agar dicarikan solusinya,” kata Muchlis.

Kendala utama adalah akses masuk ke lokasi tak bisa dilalui mobil, sehingga material harus dilansir di depan Musala Darus Sa’adah di Jalan H Nusi, yang berjarak sekitar 200 meter. Kemudian diangkut ke lokasi menggunakan gerobak motor PPSU. Saat ini progresnya sekitar 20%. Padahal targetnya pekerjaan seharusnya rampung dalam waktu tiga minggu.

Sementara, anggota LMK RW 02 Batu Ampar, Siti Zuriyah menyatakan sangat mendukung penanggulangan genangan di wilayahnya. Karena itu ia bersedia lahan milik keluarganya dihibahkan secara sukarela untuk pembuatan crossing saluran air tersebut. “Kita sudah rembuk keluarga karena ahli waris ada 14 orang. Alhamdulillah kami sepakat untuk hibahkan lahan dijadikan crossing saluran air agar tidak ada genangan lagi,” ujarnya. (PRI)

 

Total Views: 542

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *