JAKARTA (30/5/2024), AMUNISI.CO.ID- Meskipun sempat ada wacana untuk pindah ke kota di Jawa Tengah atau Yogyakarta, namun rencana Reuni Paguyuban Alumni SMAN 3 Malang Angkatan 65 (Paguanama) 2024 akhirnya tetap akan diselenggarakan di Bandung 10 s/d 12 September mendatang.
Keputusan itu diambil dengan banyak pertimbangan, disamping sudah menjadi kesepakatan bersama dari hasil.Reuni Paguanama 2023 di Surabaya pada 5 s/d 7 Agustus tahun lalu.
“Pindah ke Jawa Tengah atau Yogyakarta itu nanti siapa panitia pelaksananya? Meskipun dengan event organizer juga perlu ditangani anggota Paguanama atau anak anaknya,” kata Ir.H. Bambang Bahagio, Koordinator Paguanama wilayah Jabodetabek, Kamis (30/5/2024), yang dibenarkan anggota lainnya.
Dalam Halal Bihalal Paguanama Jabodetabek di rumah dr.Mursiamsih, Cipete, Jakarta Selatan Sabtu (25/5) yl juga sempat disinggung wacana perubahan tempat reuni Paguanama 2024 agar di kota Jawa Tengah. Namun banyak kelemahannya sehingga tetap di Bandung.
Dalam Halal Bihalal tersebut hadir 19 orang anggota Paguanama termasuk Suhermini perwakilan dari Bandung, Kun Iswari dari Surabaya dan Herlien dari Malang. Wiwiek Kuspartiwi dan Sahala PD Nababan yang sudah lama absen dalam pertemuan berkala juga hadir. Alasannya sudah rindu teman teman satu angkatan di SMA Negeri 3 Malang.
Dalam halal bihalal itu Bambang Bahagio menyampaikan sambutannya sementara Siti Roosida membagikan seragam rompi hasil karyanya kepada anggota Paguanama. Diharapkan busana pelengkap tersebut dipakai saat reuni di Bandung nanti.
Acara halal bihalal itu diakhiri kejadian lucu dengan adanya “sepatu Cinderela”. Mas Iwan suami Wiwiek kehilangan sepatu waktu mau pulang. Di situ ada sepasang sepatu yang mirip milik Mas Iwan namun tak ada yang mangakuinya. Jadi pulanglah Mas Iwan dengan sandal pinjaman.
Meskipun kasusnya sudah ditutup , namun Erma Soekarmo, Bambang Suyoso maupun Roosida yang menjuluki sepatu misterius itu sebagai Sepatu Cinderela masih merasakan heran dan geli atas “insiden” tersebut. Lebih lebih Mursiamsih sebagai pihak penyelenggara.
“Aneh yaa,” kata mereka sambil tersemyum geli.
Ketua Paguanama dr. Faridar Munaf di Kota Batu dan aktivis Paguanama di Malang dr. Hersusilowati Rabu (29/5) mengakui banyak anggota dari Malang dan sekitarnya mengeluh bahwa Bandung terlalu jauh untuk lansia. Alasannya sudah usia 77 ke atas. Juga ada yang sedang sakit tua.
Karena itu diusulkan pindah ke kota Jawa Tengah atau Yogya saja agar lebih dekat bagi semua. Namun kesulitannya, siapa penyelenggaranya?
Demikian pula dengan aktivis Paguanama di Bandung Ambar Rukmi yang sejak semula ingin menyiapkan yg terbaik sebagai tuan rumah Reuni Paguanama September mendatang.
Iapun mengadakan polling tentang tempat reuni Paguanama September mendatang. Namun akhirnya kembali pada rencana semula.
Ambar juga dapat menerima usul dari anggota Paguanama agar pada waktu acara puncak pertemuan Reuni Paguanama di Bandung nanti diselenggarakan secara on line dengan aplikasi zoom meeting. Dengan demikian para anggota Paguanama yang berhalangan hadir ke Bandung dapat mengikutinya secara on line dari kota atau tempat tinggalnya masing masing. (PRI)





