Presiden ACT Ibnu Khajar Meminta Audiensi dengan PPATK Terkait Pemblokiran Rekening

Ibnu Khajar (DOKUMEN TEMPO)

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Presiden Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar mengaku akan mengirim surat permohonan audiensi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang memblokir 60 rekening lembaga kemanusiaan itu di 33 bank. “Kami mungkin akan berkirim surat kepada PPATK, kami ingin audiensi,” kata Ibnu, Rabu (6/7/2022). Ibnu berharap permintaan audiensi itu disambut baik oleh pihak PPATK.

PPATK menolak permintaan audiensi yang dilayangkan oleh Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Ketua PPATK Ivan Yustiavandana menyatakan lembaganya tidak memiliki mekanisme audiensi. “Audiensi kemana? Enggak ada mekanisme itu di kita,” kata Ivan ketika dikonfirmasi. Ivan menjelaskan tugas PPATK sebatas pada pemeriksaan data keuangan. Temuan PPATK itulah yang kemudian akan diserahkan kepada aparat penegak hukum terkait.

Kantor ACT masih tampak ramai meski Kementerian sosial telah mencabut izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB). Berdasarkan Pantauan pada Rabu (6/7) pukul 10.38 WIB, kantor ACT yang berlokasi di Menara 165, Jakarta Selatan masih ramai. Aktivitas berjalan seperti biasa sejak pukul 08.00 WIB.

Kantor ACT berada di beberapa lantai yakni lantai 9, 10, 11, 15 dan 22 Menara 165. Semua aktivitas dilantai tersebut masih berjalan seperti biasa. Tampak sejumlah pekerja sedang berada di depan komputer, ada juga yang tengah mengobrol dan juga rapat di beberapa ruangan. “Masih aktivitas seperti biasa,” kata Head of Media & Public Relations ACT, Clara.

Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri menyelidiki kasus dugaan penyelewangan pengelolaan dana masyarakat untuk kemanusiaan yang dilakukan lembaga filantropi ACT. “Iya masih dalam proses penyelidikan terhadap dugaan perkara di ACT,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan, Rabu.

Whisnu menerangkan dasar penyelidikan yang dilakukan penyidik berasal dari pendalaman hasil analisis intelijen Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), laporan masyarakat, dan temuan Polri di lapangan. ****

Total Views: 909

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *