Mercu Suar Pulau Edam Bertahun 1879 Lebih Tinggi Dibanding Menara Syahbandar

Makam bangsawan di Pulau Edam. (DOKUMEN ALEX PRABOWO)

JAKARTA (12/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Menara mercusuar di Pulau Edam, Kepulauan Seribu dibangun tahun 1879 dengan tinggi lebih dari 53 meter. Dengan demikian mercusuar itu umurnya lebih muda dibandingkan Menara Syahbandar di Museum Bahari dekat Pelabuhan Sunda Kelapa yang didirikan tahun 1839. Namun Mercusuar Pulau Edam juga jauh lebih tinggi dibanding Menara Syahbandar setinggi 20 meter.

Kepala Seksi Pelindungan Sudin Kebudayaan Kepulauan Seribu Alex Prabowo di depan Mercu Suar Pulau Edam.

“Pada dinding menara suar Pulau Edam terdapat prasasti yang menyatakan bangunan itu didirikan tahun 1879 atas izin Raja Willem III,” kata Kepala Seksi Pelindungan Sudin Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu Alex Prabowo di Jakarta, Sabtu (12/11/2022).

Menurut Alex Prabowo, dia bersama stafnya Aditya Bima Sakti Wardhana, Rabu lalu mengunjungi Pulau Edam atau Pulau Damar guna menginventarisasi kekayaan peninggalan sejarah sambil melihat kondisi mutakhirnya.

“Pada umumnya masih terpelihara dengan baik. Kecuali bekas bangunan lama , sudah dipenuhi pohon pohon dengan akar-akarnya yang masuk di sela sela tembok-tembok yang retak,” kata Alex Prabowo sambil menunjukkan foto foto dan video hasil kerjanya di Pulau Edam.

Hasil kunjungan tersebut sudah dilaporkan kepada Kepala Sudin Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Seribu Tonny Bako. Lebih lanjut Alex Prabowo menjelaskan di Pulau Edam yang luasnya sekitar 30 hektare itu terdapat beberapa bangunan bersejarah lainnya di samping mercu suar.

Di antaranya Makam Syarifah Fatimah putri Sultan Hasanudin I, makam Nyai Lenjer beserta pengawalnya, bekas penjara dan tembok bekas peluru. Ada lagi bangunan bekas Rumah Sakit dan bunker logistik, peralatan perang serta sumur tua dan bangunan untuk genset.

“Makamnya masih terpelihara dengan baik. Ada sampah di makam tersebut tetapi hanya tumpukan dedaunan saja. Kebetulan kemarin itu saya dan staf saya membersihkannya. Alhamdulillah sekarang bersih dan rapih,” ujar Prabowo.

Lampu mercusuar juga terawat dengan baik oleh Kementerian Perhubungan yang menugaskan pegawainya di pulau itu yang bernama Imam. “Setiap pagi dan malam hari masih menyala lampunya. Itu lampu otomatis diatur dengan timer,” tambahnya.

Bila lampu suar itu mati maka kapal-kapal besar akan berkoordinasi dengan pihak pelabuhan melaporkan kondisi lampu mercusuar yang tidak menyala itu.

Mengenai bagaimana bangunan mercu suar tersebut, Prabowo mengatakan pihaknya tidak sempat naik ke atas. “Sebab kami hanya diberi waktu satu jam harus menjangkau semua lokasi bangunan bersejarah. Dan harus dipandu agar tidak tersesat,” jelasnya.

Namun dikatakan dari bawah sampai lampu suar ada 270 anak tangga. Amunisi.co.id sekitar tahun 2006 pernah bersama rombongan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta ke Pulau Edam dan sempat naik ke tempat lampu suar.

Ternyata dalam menara suar setinggi lebih 53 meter itu terbagi dalam 17 tingkat. Tiap tingkat bawah menuju lantai atasnya setinggi 3 meter ada tangga besi.

Sepatu atau alas kaki harus ditinggal. Sebab bangunan menara maupun lantai dan anak anak tangganya dari besi semuanya. Bila terbawa pasir pantai dikhawatirkan menara suar itu terjadi korosi atau karatan. (PRI).

Total Views: 1786

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *