Klaim Pemerintah, Angka Gangguan Ginjal Akut Pada Anak Telah Nol Kasus

Menko PMK RI Muhadjir Effendy. (Foto: Humas Kemenko PMK)

SOLO (06/11/2022), AMUNISI.CO.ID – Pemerintah mengklaim beberapa hari ini angka gangguan ginjal akut pada anak telah nol kasus. Hal ini setelah pemerintah melakukan penarikan obat sirop.

Klaim ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy kepada media usai mengikuti Fun Game pertandingan antara Pemkot Solo Vs Muhammadiyah FC yang dimenangkan tuan rumah dengan skor 4-1 di Stadion Sriwedari Solo, Minggu (6/11/2022).

Bacaan Lainnya

Selain itu, lanjut Menkor Muhadjir, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), juga telah melakukan uji semua obat sirop. Di mana obat yang betul-betul tidak berbahaya dan aman nanti bisa dilepas secara bertahap.

“Dan saya mohon perusahaan produsen obat yang nanti obatnya dinyatakan aman itu agar memberikan label aman. Misalnya masing-masing botol diberi label dinyatakan bebas dari bahan berbahaya. Itu teknisnya tergantung masing-masing perusahaan,” ujarnya.

Muhadjir memastikan, ada tiga perusahaan obat yang sekarang dalam tahap penyidikan oleh pihak Polri. Hal itu menyusul ditemukannya obat sirup mengandung cemaran etilen glikol dan etilen glikol yang telah dilarang Badan BPOMIndonesia.

“Ya nanti kita lihat proses hukumnya seperti apa,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy.

Sebelumnya, sebanyak 246 vial Fomepizole untuk atasi gangguan ginjal akut, sudah didatangkan di Indonesia. Di mana 146 vial fomepizole sudah didistribusikan kepada 17 rumah sakit di 11 provinsi Indonesia, sementara 100 vial menjadi persediaan pusat.

Rumah sakit yang sudah mendapatkan distribusi Fomepizole yaitu RSUD Zainoel Abidin Aceh; RSUP Prof Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Bali; RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta; RSAB Harapan Kita, RSUP Fatmawati, dan RSCM Jakarta.

Selain itu, RSUP Hasan Sadikin, RSUD Dr. Hafiz dan RSU Hermina Mekarsari, Jawa Barat; RSUD Bangli dan RSUD Dr. Saiful Anwar, Jawa Timur; RSUD Dr. Soedarso Pontianak, Kalimantan Barat; RSUD Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah.

Kemudian, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Sulawesi Selatan; RSUP Dr. M Djamil, Sumatera Barat; RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan; dan RSUP H. Adam Malik, Sumatera Utara. ***

Total Views: 524

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *