UncategorizedHakim Mogok Kerja, Preseden Buruk Bagi Penegakan Hukum

Hakim Mogok Kerja, Preseden Buruk Bagi Penegakan Hukum

JAKARTA (5/10/2024), AMUNISI. CO. ID –– Jika benar terjadi hakim di negeri ini melakukan aksi mogok kerja, atau cuti massal secara sporadis di banyak daerah dalam konteks protes atas pengabaian nasib serta penelantaran kesejahteraan oleh pemerintah, merupakan suatu tindakan yang bisa menimbulkan preseden buruk bagi penegakan hukum, dan sangat merugikan masyarakat pencari keadilan.

“Sangat disesalkan, upaya hakim seperti itu tidak ada bedanya dengan demo buruh yang notabene bukan pejabat negara. Kurang elok jika ribuan hakim turun ke jalan dengan narasi keluh kesahnya,” demikian dipaparkan advokat senior Stefanus Gunawan, SH, M.Hum, berkaitan rencana ribuan hakim di seluruh Indonesia melakukan aksi mogok kerja, atau cuti massal selama lima hari, kepada wartawan baru-baru ini.

Seperti diketahui, hampir dua ribu hakim yang tergabung pada Solidaritas Hakim Indonesia (SHI) berencana akan melakukan aksi cuti bersama pada 7 – 11 Oktober 2024. Sebagaimana dilansir banyak media online, selama lima hari para hakim mogok kerja, memprotes atas sikap pemerintah yang mengabaikan nasib dan kurang peduli terhadap kesejahteraan mereka selama 12 tahun.

Rencana hakim itu dipicu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2012 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim Yang Berada Di Bawah Mahkamah Agung ditandatangani Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang selama 12 tahun belum pernah direvisi oleh pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga nasib dan kesejahteraan hakim seolah dianaktirikan.

Sejak PP No. 94 Tahun 2012 diberlakukan, hingga tahun 2024 atau kurun waktu 12 tahun, gaji hakim golongan III masih diangka Rp 2,6 juta/bulan. Untuk mencapai nominal Rp 4 juta sebulan, seorang hakim harus mengabdi selama 30 tahun. Angka gaji itu dibawah saleri pegawai negeri sipil (PNS) yang golongannya sama.

Upaya mendesak pemerintah agar merevisi PP tersebut sudah dilakukan Mahkamah Agung (MA) melalui Surat Putusan (SP) Nomor 23 P/HUM/2018 yang mengamanatkan, bahwa perlu kiranya dilakukan peninjauan ulang terhadap aturan penggajian hakim, yang termaktub pada PP Nomor 94 Tahun 2012.

Begitu juga dengan organisasi profesi hakim, Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI), tak pernah berhenti mendesak pemerintah untuk mengkaji kembali peraturan tersebut. Artinya, melakukan perjuangan guna mendorong perubahan nasib anggotanya. Setidaknya sebagai bentuk dukungan guna meningkatkan kesejahteraan para hakim.

Terkait persoalan tersebut, Stefanus Gunawan selaku praktisi hukum yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Jakarta Barat Peradi Suara Advokat Indonesia dan Ketua LBH Serikat Pemersatu Seniman Indonesia mendukung upaya hakim melakukan protes terhadap nasib dan kesejahteraan yang dianggap telah diabaikan pemerintah.

Menurutnya, upaya melakukan protes terhadap suatu kebijakan pemerintah adalah bagian dari demokrasi, hak warga negara bersuara dan dilindungi undang-undang. Namun, sebagai pejabat negara, upaya hakim melakukan protes untuk menyampaikan tuntutannya, harus melalui meknisme yang benar. Tidak sepantasnya dilakukan secara prontal.

“Rasanya kurang elok jika hakim selaku pejabat melakukan aksi turun ke jalan, seperti halnya demo buruh atau ormas dengan narasi keluh kesahnya,” ujar Stefanus.

Sebaiknya, lanjut dia, ketika hakim menyampaikan tuntutannya tidak harus mogok kerja apalagi turun ke jalan. Tapi hendaknya keluh kesah atau tuntutan itu disampaikan melalui tahapan seperti kepada ketua pengadilan, dan selanjutnya diteruskan lewat IKAHI sebagai organisasi hakim yang dapat memberikan perlindungan sekaligus menyalurkan aspirasi anggotanya.

“Dalam konteks ini, IKAHI berperan sebagai jembatan antara hakim dan pemerintah atau DPR RI dalam hal penyampaian keluhan atau tuntutan hakim. Selain itu, diharapka pula melakukan kolaborasi dengan Makamah Agung (MA) maupun Komisi Yudisial (KY),”papar Stefanus.
Dingatkan, jika sampai terjadi hakim melakukan mogok kerja, atau cuti secara massal, maka kesan yang muncul telah terjadi benturan antara hakim dengan pemerintah atau DPR. Dampaknya, proses peradilan akan terganggu, dan yang tidak kalah penting adalah merugikan masyarakat pencari keadilan.

“Alangkah bijak jika hakim menyampaikan tuntut kesejahteraannya melalui mekanisme yang sudah diatur. Bukan dengan cara demo mogok kerja atau cuti massal. Gunakan peran IKAHI untuk mendorong pemerintah dan DPR melakukan perubahan atau merevisi ketentuan yang sudah ada agar nasib dan kehidupan hakim masa depan menjadi baik,” saran advokat seraya menambahkan, aksi mogok kerja tidak bedanya dengan buruh yang notabene bukan pejabat negara. (HSE)

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...
- Advertisement -spot_img