Gedung PFN dan Panti Asuhan Vincentius Putri Dibangun Tahun 1930-an Terawat Baik

Rombongan Sudin Kebudayaan Jaktim di belakang studio PFN. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (29/11/2023), AMUNISI.CO.ID- Gedung Produksi Film Negara (PFN) dan Asrama Panti Asuhan Vincentius Putri di Jl Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur sudah ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya oleh Gubernur DKI Jakarta pada November 2021. Kedua bangunan yang didirikan tahun 1930-an itu masih terawat baik.

Demikian dikemukakan Kepala Seksi Pelindungan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Timur Alex Prabowo usai meninjau kedua bangunan cagar budaya tersebut Rabu (29/11/2023) sore. Bedanya menurut Alex Prabowo, perawatan gedung PFN melibatkan pihak lain dalam bentuk kerja sama maupun bagi hasil. Sedangkan asrama Panti Asuhan Vincentius Putri dirawat sendiri oleh pengurus panti dengan biaya dari para donatur.

Di gedung PFN Jl Otto Iskandar Dinata Nomor 125-127, Alex Prabowo dan stafnya diterima Iwan Setiawan selaku Vice President Asset Management & New Busines PFN.

Iwan Setiawan mengajak masuk ke ruang depan gedung tengah. Di situ ada satu set boneka Si Unyil dekat kamera kuno. Tercatat shooting pertama film yang digemari anak anak tahun 1980-1990 itu, bulan April 1981.

Iwan kurang tahu mana yang asli dan mana yang lebih dahulu dibuat antara boneka Si Unyil di PFN atau yang menjadi koleksi Museum Wayang di Kota Tua Jakarta. Namun yang di PFN itu asli (dari Drs Sujadi alias Pak Raden) yang dimainkan waktu shooting pertama kali di studio PFN.

Menurut Iwan Setiawan PFN didirikan pad 6 Oktober 1945. Namun gedungnya didirikan tahun 1934. Luas arealnya total sekitar 2,4 hektare termasuk dengan lahan dan bangunan yang dikerjasamakan dengan pihak lain.

Keunggulan PFN saat ini memiliki black box studio yang cukup besar. Waktu itu digunakan untuk tempat pertunjukan konser musik dengan ratusan audience. “Ini kapasitasnya sampai 700 orang,” kata Iwan.

Ditunjukkan bagian samping kantor yang dapat di-setting untuk rumah-rumah kontrakan. Sedang di belakang studio ada beberapa ruang. Salah satunya dikerjasamakan untuk cafe. Ada pula dua poster besar film lama Koboi Cengeng dan Tiga Dara yang digarap di PFN.

Alex Prabowo maupun Iwan Setiawan sepakat bila setiap kerja sama dengan pihak lain harus mengedepankan pula edukasi dan apresiasi budaya maupun pelestarian bangunan dan benda cagar budaya. Rombongan Sudin Kebudayaan Jakarta Timur meneruskan peninjauannya ke asrama panti asuhan Vincentius Putri yang berada di seberang jalan PFN.

Alex Prabowo dan stafnya diterima Ibu Natali salah seorang pengurus panti asuhan putri. “Di sini ada 116 anak. Mereka bersekolah dari SD sampai SMA,” kata Natali.

Waktu pulang sekolah tampak beberapa gadis kecil dan remaja putri sedang makan siang di ruang dekat dapur. Semuanya terlihat bersih.

Ubin kuno lantai asrama itu juga terlihat mengkilat. Menurut Natali itu karena sering dipel dengan ampas serutan kelapa. “Ini namanya ubin kepala basah,” kata anggota rombongan Sudin Kebudayaan Jaktim.

Menurut catatan bangunan asrama dan panti asuhan putri serta gereja di sebelah selatannya dibangun tahun 1938 di atas lahan seluas 590 m2. “Gereja ini sudah berumur 84 tahun,” kata seorang pengurus gereja.

Pada kesempatan itu terlihat di sebuah ruang luar gereja beberapa orang jemaat membuat hiasan dari bahan ramah lingkungan. “Untuk persiapan Natal dan Tahun Baru,” kata mereka.

Menurut Alex Prabowo komplek bangunan Vincentius Putri di Jl Otto Iskandar Dinara 76 itu telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan SK Gubernur KDKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan Nomor 1417 tahun 2021 tertanggal 25 November 2021.

Sedang tiga bangunan PFN di Jl Otto Iskandar Dinata Nomor 125- 127 Jakarta Timur juga ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan SK Gubernur KDKI Jakarta nomor 1408 tahun 2021 pada hari yang sama.(PRI)

Total Views: 2087

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *