BARABAI (17/03/2026), AMUNISI.CO.ID — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Aboe Bakar Alhabsyi, menyerukan kepada masyarakat untuk memperkuat ekonomi lokal dengan memprioritaskan belanja di lingkungan sekitar. Seruan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Barabai, Kalimantan Selatan, Selasa (17/3/2026).
Dalam suasana meningkatnya konsumsi rumah tangga menjelang Lebaran, ia menilai pilihan masyarakat dalam berbelanja akan menentukan arah perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan membeli kebutuhan di warung tetangga atau pasar tradisional, kata dia, masyarakat dapat memastikan uang tetap beredar di komunitas setempat.
“Menjelang Idul Fitri, kebutuhan rumah tangga pasti meningkat. Saya mengajak masyarakat untuk berbelanja di sekitar rumah saja—di warung tetangga, di pasar lokal—agar ekonomi lokal bisa bergerak,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keputusan konsumsi yang tampak sederhana memiliki konsekuensi ekonomi yang lebih luas. Belanja di toko besar atau melalui platform daring dari luar daerah, menurutnya, berpotensi mengalihkan arus uang keluar dari komunitas lokal.
“Kalau kita belanja di luar, uang kita tidak berputar di lingkungan sendiri. Tapi jika kita belanja di tetangga atau pasar tradisional, manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar,” katanya.
Aboe Bakar juga mengaitkan dorongan tersebut dengan nilai-nilai dalam Empat Pilar MPR RI, khususnya semangat gotong royong dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila. Ia menyebut penguatan ekonomi lokal sebagai bentuk konkret dari praktik solidaritas ekonomi di tingkat akar rumput.
“Ini adalah gotong royong dalam bidang ekonomi—kita saling menguatkan dan membantu. Ini sejalan dengan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.
Ia berharap kesadaran untuk mendukung pelaku usaha lokal tidak berhenti pada momentum Lebaran, melainkan menjadi kebiasaan jangka panjang. Menurutnya, keberlanjutan ekonomi komunitas sangat bergantung pada konsistensi masyarakat dalam memilih produk dan layanan lokal. ***





