Dalang Cilik Vanesha dari Lampung Tampil, Gatotkaca Kota Tua Ikut Nonton

Dalang cilik Vanesha diapit tante dan ayah ibunya. (DOKUMEN PRI)

JAKARTA (23/9/2022), AMUNISI.CO.ID — Dari 32 peserta Festival Dalang Anak Nasional XV 2022 yang pembukaannya dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Kamis (22/9/2022), hanya satu yang putri, yaitu Vanesha (8 tahun). Maka tak mengherankan bila penonton di arena festival di Taman Fatahillah Kota Tua itu bertambah banyak saat dalang putri kecil dari Provinsi Lampung itu tampil pada Jumat (23/9/2022).

Vanesha ketika mendalang.

Para penjaga stand cinderamata maupun pengunjung di sekitar panggung juga ikut nimbrung menyaksikannya, sehingga kursi kursi penonton lebih banyak terisi. Bahkan Yusuf tokoh Gatotkaca yang biasa ‘terbang mengawang’ dengan teknik levitasi di Lorong Seni, dekat Museum Wayang, turun dan ikut menontonnya. Namun dia tak mau duduk di kursi, cukup berdiri di sisi kiri.

Dalang cilik Vanesha diwawancarai panitia. Ayahnya yang mendampingi menyembunyikan tangis harunya.

Cerita yang dibawakan Vanesha dari epos Ramayana bertajuk Sinta Hilang – Anoman Duta. Dalang cilik ini dibantu ayahnya mengambil wayang kulit dari kotak dan memainkannya di depan layar.

Yusuf, Si Gatotkaca Kota Tua ikut menonton gelar wayang kulit dengan dalang cilik Vanesha NP Hapsari.

Dalam adegan Rahwana menculik Sinta terlihat tangan kecil dalang Vanesha memegang kuat gagang wayang tokoh raksasa besar itu. “Sinta, gelemo kowe dadi bojoku. Aku iki sugih, gagah lan kuwoso,” ucap dalang mungil ini. Pada beberapa kata terdengar suara agak cadel, namun menambah daya tarik tersendiri di telinga penggemarnya.

Gebrakannya dalam adegan perang tanding antara Anoman dan lawannya di Alengka cukup meyakinkan.

Di deretan kursi ketiga dari depan tampak ibunya sambil menggendong bayi membidikkan lensa Hp Androidnya ke arah Vanesha. Bayi itu adik laki-laki Vanesha.

Usai mendalang, Vanesha Nara Prita Hapsari diwawancarai pembawa acara. Dia didampingi ayahnya Sudaryanto dan Ketua PEPADI Lampung Tariman. Ibunya juga diminta mendampingi.

“Wuih, luar biasa penampilan Nanda Vanesha ini. Meskipun suaranya ada yang pelat pelat (cadel), tetapi lancar dan mantab. Sukses ya!” ujar pembawa acara.

Menjawab pewawancara, Vanesha yang lahir di Kecamatan Bangunrejo, Kabupaten Lampung Tengah itu bercerita sejak TK ia belajar mendalang dari ayahnya seorang dalang. Ia mengaku beberapa kali diminta mendalang di perhelatan di Lampung.
“Datang dari Lampung ke Jakarta ini naik minibus bersama bapak ibu dan rombongan. Tapi saya tidur saja,” ungkapnya polos.

Ayahnya berkali kali menengok ke belakang sambil mengusap matanya dengan saputangan. Terlihat bapak dua anak ini terharu, putrinya berhasil tampil di Taman Fatahillah Jakarta Kota Tua mewakili Provinsi Lampung.

“Saya juga pernah mendalang di sini dan menjadi lima dalang terbaik tahun 2013 mewakili Lampung,” ucap Sudaryanto ayah dan guru dalang Vanesha.

Peserta berikutnya Muhammad Arka Firstiko (15 tahun ) dari Pontianak tampil mewakili Provinsi Kalimantan Barat.

Dalang Anak kelompok B yang hampir remaja ini membawakan cerita Pandu Swarga. Suaranya mantab bagaikan dalang kondang. “Ini suara bariton. Saya kira tadi dalang dewasa,” kata seorang penonton yang baru datang kepada isterinya.

Festival ini berlangsung 3 hari sampai Sabtu (24/9/2022). Menurut Ketua Panitia Radiyo, Festival Dalang Anak ini diikuti 32 orang peserta dari 9 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Lampung, DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Peserta dibagi dua kelompok umur yaitu A dan B. Sabtu malam ini diumumkan juaranya. Penutupan akan dihibur pergelaran ludruk. (PRI).

Total Views: 957

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *