JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Berkat gebrakan anggota DPRD DKI Jakarta, Syahroni, SE, yang mengajak bedialog para pejabat pemerintahan dan berbagai unsur masyarakat termasuk para penarik gerobak sampah di Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, maka volume sampah dari Kelurahan Penggilingan yang diolah TPS 3R Rawa Terate meningkat.

Tercatat Selasa (6/1/2026) hanya 4 gerobag, Rabu (7/1) 16 gerobag dan Kamis (8/1) melonjak menjadi 91 gerobag.
“TPS 3R Rawa Terate itu sudah beroperasi sejak 12 bulan yang lalu,” kata Kepala Satuan Pelaksana Liingkungan Hidup (Kasatpel LH) Kecamatan Cakung Enden Suryana kepada Amunisi.co.id. Jumat (9/1).

Menurut Enden Suryana, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah 3R (Reduce, Recycle, Reuse) Rawa Terate selama ini perhari mencapai 15 sampai 25 ton.

Sementara sewaktu di TPS PIK Penggilingan memakai cara pool gerobak, yaitu petugas gerobag menaikkan sendiri ke truk.
“Perkiraan sampah yang kita angkut 70 ton,” tambah Encep.
Namun sejak Kamis (8/1) lokasi bekas TPS PIK itu sudah bersih dan ditutup.
Sejauh ini ternyata tidak seluruh warga Kelurahan Penggilingan yang terbagi dalam.20 RW itu kebingungan TPS PIK ditutup.
“Hanya RW yang tidak mempunyai pool sampajh atau TPS sendiri yang terdampak. Yaitu ada 11 RW , dari RW 01- 07, RW 11 -14,” kata Ketua LMK Penggilingan H Bagyo Supomo, SH, Kamis,(8/1).
Sedangkan RW yang terbentuk di permukiman yang dibangun pengembang pada umumnya memiliki TPS sendiri.
Ketua.RW 09 Penggilingan H Koiman menyebutkan dari rapat di Kantor Kelurahan Senin (5/1) yang lalu tercatat ada 9 RW yang memiliki TPS sendiri. “Termasuk kami RW 09 punya pool sampah sendiri yaitu di RT 01/09 Penggilingan,” ujar H Koiman.
RW yang mempunyai tempat pemnuangan sampah sendiri adalah RW 08, 09, 10 ,15, 16, 17,18, 19 dan RW 20.
TPS PIK ditutup
Tempat pembuangan sampah sementara (TPS) PIK Penggilingban di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur mulai Rabu (7/1/2026) ditutup oleh PempRov DKI Jakarta.
Untuk penggantinya telah disiapkan TPS Rawa Terate di RW 04 seluas lebih 1.500 m2 yang sudah dilengkapi peralatan pemilah..
Rabu (7/1) sekitar pukul 09.30 seratusan penarik gerobak sampah sebagai petugas kebersihan dari RW masing masing se Penggilingqn berkumpul di dekat TPS PIK tersebut. Ketuanya Sarono juga hadir.
Di situ Anggota DPRD DKI Jakarta H Syahroni, SE, menjelaskan permasalahan dan kebijakan yang diambil Pemprov DKI Jakarta sehubungan telah dihuninya Rusunawa PIK Pulogadung .
“Sebetulnya tiga tahun lalu TPS PIK ini sudah ditutup,” kata Syahroni.
Itu perlu dilakukan karena setelah berdiri Rusunawa PIK Pulogadung sebanyak 3 menara, banyak penduduk yang tinggal di situ.
“Kalau di sini masih ada tempat pembuangan sampah, nanti akan menyebarkan penyakit” kata Syahroni.
Namun.kata Anggota Dewan ini , Pemerintah Daerah sudah siapkan pengantinya yaitu TPS di Rawa Terate seluas lebih 1.500 m2.
Mengenai jumlah penarik gerobak sampah di Kelurahan Penggilingan ini Sarono selaku ketuanya mengatakan dulu jumlahnya 110 orang.
“Sekarang sepertimya sudah berkurang karena ada yang pulang kampung,” kata Sarono.
Kebanyakan mereka berasal dari Karawang, Jawa Barat. Dan ada sebagian kecil warga DKI Jakarta.
Hadir saat itu Camat Cakung Rohmad, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Kasatpel LH) Kecamatan Cakung Encep Suryana, pimpinan Satpol PP setempat dan Lurah Rawa Terate Jainudin.
Setelah mendengarkan penjelasan Anggota DPRD DKI Jakarta tersebut, beberapa dari penarik gerobak sampah mengeluh. “Jadinya jauh deh,” kata mereka.
Syahroni mengakui, TPS Rawa Terate hampir 7 km dari PIK Penggilingan. Tetapi jalannya bagus. ” Nanti juga akan lebih dekat bila sudah dibangun jembatan dari Jalan Kantor Kelurahan Penggilingan ke Perumahan Dimention Kelurahan Jatinegara,” katanya.
Nanti pihak Sudin LH juga akan membantu pengadaan gerobak sampah yang lebih langsing agar mudah lewat gang gang perumahan warga.
Selang satu setengah jam lebih Anggota Dewan Syahroni bersama Camat Cakung Rohmad , Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung Encep Suryana dan Lurah Rawa Terate Jainudin meninjau TPS 3R Rawa Terate di seberang jalan dari gerbang perumahan Bizpark.
Menurut Syahroni akan sia sia biaya ratusan miliar rupiah untuk membangun fasilitas TPS 3R tersebut bila tak dimanfaatkan.
Encep Suryana menjelaskan TPS 3R ini sudah beroperasi sejak 12 bulan yang lalu. TPS ini dilengkapi peralatsn pemilah dan daur ulang.
Maka disebut 3R singkatan dari Reduce, Recycle dan Reuse.
Pada kesempatan itu Syahroni menjelaskan jembatan masuk ke TPS 3R Rawa Terate memang hanya cukup dilewati truk sampah yang kecil.
Namun nanti diusulkan ke Bina Marga agar jembstanmya diperlebar 2 meter lagi. (PRI).





