JAKARTA (3/7/2024), AMUNISI.CO.ID – Pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) di Kecamatan Cakung tahun 2024 sampai 2 Juli mencapai Rp1.412.038.335 atau Rp 1,4 miliar lebih, 109,7% dari target. Dari jumlah itu Kelurahan Cakung Timur menduduki peringkat pertama dengan hasil pengumpulan ZIS Rp196.607.000, 160,6% dari target.
Sementara peringkat kedua diraih Kelurahan Penggilingan dengan hasil ZIS mencapai Rp193.218.889, 78,2% dari target. Target ZIS Penggilingan tahun ini Rp247.000.000, terbesar dari tujuh kelurahan se-Kecamatan Cakung.
Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah mengungkapkan itu di kantornya, Rabu (3/7/2024) atas pertanyaan Amunisi.co.id. Lebih lanjut Eka mengatakan, seluruh Kecamatan Cakung terlihat hasil ZIS-nya paling kecil kelurahan Cakung Barat sebesar Rp59.383.111, berarti baru mencapai 67,5% dari target.
Menurut Eka Nafisah, peta kemampuan maupun semangat membayar zakat, infak dan sedekah (ZIS) dapat dilihat di sejumlah RW di masing masing kelurahan maupun kecamatan. “Di Kecamatan Cakung ada 90 RW sedang Kecamatan Duren Sawit ada 97 RW,” ujar Eka.
Untuk hasil ZIS se-Kecamatan Cakung, khusus Kantor Kecamatan Cakung sendiri mencapai Rp475.487.556, 127,8% dari target. Kelurahan Jatinegara Rp182.030.000, 109%, Ujung Menteng Rp88.655.556, 107,6% dan Kelurahan Pulogebang Rp168.489.666, 105,3% dari target.
Mengenai usulan RW 09 Penggilingan untuk mendapat bantuan bedah rumah milik Agus Supriyanto di RT 009/09, Eka Nafisah mengatakan tahapannya terus berjalan, persyaratannya juga sudah dipenuhi semua.
“Tinggal menunggu vendor untuk mengerjakannya,” kata Eka yang dibenarkan Anas Abi Anzah dari seksi Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Bazis Jakarta Timur.
Berbicara soal ZIS , Kepala Seksi Kesra Kelurahan Penggilingan Deddy Rachman menjelaskan di Kelurahannya ada 20 RW. Karena itu target ZIS tahun 2024 ini cukup tinggi. “Soal berat atau tidaknya tergantung masyarakat, Pak. Kalau masyarakatnya gemar berdonasi, insyaa Allah aman,” ujar Deddy.
Kesadaran masyarakat berderma melalui pembayaran ZIS karena mereka melihat sendiri dana itu dikembalikan kepada masyarakat yang betul-betul membutuhkannya. Seperti untuk bedah rumah duafa yang tak layak huni dan bantuan untuk korban terdampak kebakaran dan musibah banjir.
Mengenai bedah rumah Agus di RT 009/09 yang dipertanyakan Ketua RW 09 H Koiman dan Anggota LMK Penggilingan Sri Widodo, Deddy percaya itu segera dikerjakan. “Ada yang tertinggal yakni SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Tetapi sudah dibantu Baznas Bazis Jakarta Timur,” pungkasnya (PRI)





