JAKARTA (30/9/2023), AMUNISI.CO.ID — Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Muhammad Anwar menyatakan, pihaknya akan mengevaluasi seluruh kinerja kelurahan dan kecamatan, sejauh mana mereka memberikan edukasi hingga pemberian asupan gizi seimbang dalam penanganan stunting.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat memberikan makanan tambahan bagi 10 anak balita stunting di RW 03 Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (29/9/2023).
Wali Kota Anwar dalam safari Jumat itu lebih lanjut menjelaskan, dari hasil rapat dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, saat ini yang terpenting dalam penangulangan stunting adalah pencegahan kurang gizi, dan gizi buruk.
“Kalau sudah stunting biayanya besar. Nah kalau belum, namun terindikasi stunting, maka kita pantau selama 56 hari agar gizinya terpenuhi dengan baik. Setelah itu kita timbang berat badannya, ukur tinggi badannya bertambah, berarti dia sudah bisa dikatakan tidak stunting,” jelasnya. Hadir saat itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur Ny Diah Anwar, Camat Cakung Fajar Eko Satriyo, Lurah Ujung Menteng Agus Sulaiman bersama Kesie Kesra Endang Suryaningsih serta Anas Abi Anzah dan Achmad Dwi Samiaji dari Baznas Bazis Jakarta Timur.
Pada kesempatan itu Wali Kota dan Ketua TP PKK Jakarta Timur Diah Anwar membantu menyuapkan makanan tambahan kepada seorang balita stunting bersama ibunya bernama Sadiah. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tersebut menurut Endang berasal dari Kantor Kelurahan Ujung Menteng berkolaborasi dengan CSR perusahaan setempat.
Pada kesempatan itu Wali Kota Anwar bersama Baznas Bazis Jakarta Timur memberikan santunan sembako dan uang saku kepada 40 anak yatim dan yatim piatu RW 03 Ujung Menteng.
Koordinator Baznas Bazis Jakarta Timur Eka Nafisah kepada amunisi.co.id, Sabtu (30/9/2023) menjelaskan Wali Kota Anwar telah memerintahkan Baznas Bazis Jakarta Timur ikut mengatasi stunting ke lokasi yang bersangkutan.
“Data dari Bagian Kesra Jakarta Timur yang saya dapatkan bulan Agustus yang lalu jumlah balita stunting secara global di Jakarta Timur ada 700-an,” kata Eka. Namun, itu harus didata ulang karena pihaknya baru sekali mendata tiap kelurahan.
Selama ini Baznas Bazis Jakarta Timur telah memberikan bantuan PMT untuk balita stunting ke kelurahan kelurahan Pondok Kopi, Kampung Melayu, Pekayon, Klender, dan Kelurahan Rawabunga.
Untuk tingkat kecamatan baru Kecamatan Jatinegara dan Pulogadung. Menurut catatan jumlah balita stunting di Jakarta Timur bulan Agustus mencapai 14,4 %. Kabag Kesra Jaktim H Rohmad waktu itu menyatakan Pemko Jaktim berupaya menekan agar balita stunting dapat berkurang menjadi di bawah 14%. (PRI)





