Plt Walikota Jakarta Timur: Minat Hapus Tato Meningkat, Jadi Sarana Hijrah bagi Warga
JAKARTA (18/3/2025), AMUNISI.CO.ID — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Badan Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (Bazis) Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program hapus tato gratis selama bulan Ramadhan. Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Blok C Kantor Walikota Jakarta Timur ini diikuti oleh 167 peserta, menunjukkan peningkatan minat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jakarta Timur, I’in Mutmainnah, yang membuka acara tersebut menyatakan bahwa program ini semakin diminati oleh masyarakat. “Tahun ini peserta mencapai 167 orang, meningkat dari tahun lalu yang hanya 124 orang,” ujar I’in. Program hapus tato ini merupakan bagian dari safari Ramadhan Baznas Bazis DKI Jakarta yang digelar di lima wilayah kota Jakarta.
Tahapan dan Proses Hapus Tato
I’in menjelaskan, program hapus tato gratis ini ditujukan bagi umat Muslim yang ingin hijrah atau memperbaiki diri. Sejak dimulai pada 2021, program ini telah menjadi fasilitas penting bagi warga. Peserta harus melalui beberapa tahapan sebelum menjalani proses hapus tato menggunakan laser, mulai dari registrasi, cek kesehatan, konsultasi dokter, hingga pemberian anestesi lokal.
“Program ini dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) masyarakat Jakarta Timur. Dana ini dikembalikan kepada yang berhak, yaitu masyarakat yang ingin hijrah,” jelas I’in. Ia berharap, peserta program ini dapat menjadi humas bagi Baznas Bazis DKI Jakarta dan Jakarta Timur, serta membantu menyebarkan informasi tentang program bantuan bagi warga yang membutuhkan.
Program Rutin Ramadhan dan Antusiasme Peserta
Kepala Bidang IV Baznas Bazis DKI Jakarta, Ridwan, menegaskan bahwa program hapus tato gratis akan terus menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Tahun ini, program digelar secara safari di seluruh wilayah Jakarta dari 10 hingga 21 Maret 2025. Anas Abi Anzah dari Seksi Distribusi dan Pendayagunaan Baznas Bazis Jakarta Timur menambahkan, proses hapus tato di Jakarta Timur berlangsung hingga waktu Maghrib karena tingginya antusiasme peserta.
“Tahun sebelumnya, acara ini sempat berlangsung selama dua hari. Namun, tahun ini tenaga medis dan paramedis yang tersedia cukup untuk melayani semua peserta dalam satu hari,” ujar Anas.
Kisah Sukses dan Harapan Peserta
Sania, salah satu peserta dari Jakarta Timur, mengungkapkan kegembiraannya bisa mengikuti program ini. “Senang sekali ada kegiatan ini. Saya memang sudah berniat menghapus tato sebagai bagian dari proses hijrah. Semoga program ini terus berlanjut,” ujarnya.
Namun, tidak semua peserta berhasil mengikuti program ini. I’ik (33), warga Duren Sawit, gagal menghapus tatonya karena benturan jadwal dengan tugasnya. “Saya pernah sekali menghapus tato dan sempat merasakan efek panas dingin setelahnya,” cerita tantenya, Ny. Nanik.
Sementara itu, Gilang (26), warga Setu, Cipayung, memilih tidak melanjutkan proses hapus tato tahun ini karena kesibukannya sebagai pengurus Masjid Al Ikhlas. “Saya sudah menghapus tato di pelipis dan dahi pada 2021 atau 2022. Sekarang fokus saya adalah beraktivitas di masjid,” kata Gilang. (PRI)





