UncategorizedPraktisi Hukum Alexius Tegaskan DPR Harus Jaga KPK Jangan Dikelola Penyamun

Praktisi Hukum Alexius Tegaskan DPR Harus Jaga KPK Jangan Dikelola Penyamun

JAKARTA (24/5/2024), AMUNISI.CO.ID — Pemerintah hendaknya hati-hati dalam perekrutan calon panitia seleksi (Pansel) pimpinan dan dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024 – 2029. Hendaknya penyaringan periode 2019 – 2024 menjadi pelajaran penting, mengingat hasil yang diperoleh kinerja lembaga anti-rasuah ini jadi terburuk dalam perjalanan sejarahnya, puluhan anggota dan pimpinan terlibat kejahatan korupsi, yang seharusnya diberantas.

Demikian ditegaskan praktisi hukum Alexius Tantrajaya, SH, M.Hum, berkaitan telah ditentukan oleh pemerintah (Sekretariat Negara/Setneg) perihal sebelas tokoh yang diposisikan sebagai Pansel pimpinan dan Dewas KPK periode 2024 – 2029, dan ini sepertinya menimbulkan ketidakpuasaan masyarakat yang konsen terhadap pemberantasan korupsi.

“Saya sebagai pemerhati hukum, sependapat bahwa calon Pansel KPK yang dipilih harus memiliki kompetensi dan paham terhadap persoalan pemberantasan korupsi, yang sepertinya telah menjadi budaya di kalangan oknum pejabat dan pebisnis di negeri ini,” urainya di Jakarta, Sabtu (24/5/2024).

Menurut Alexius, menjadi amat penting perekrutan tim Pansel KPK, di mana hasilnya dapat menentukan kinerja pimpinan KPK yang dicalonkan. Oleh karenanya, penentuan posisi siapa saja tim Pansel tersebut jangan asal tunjuk. Pemerintah harus lebih serius mendalami individu calon Pansel KPK terhadap permasalahan kejahatan korupsi.

“Setidaknya, mereka yang bakal diberi kepercayaan pada tingkat Pansel KPK adalah orang-orang yang berintegritas baik, harus bersih dari dosa-dosa pidana, tidak menyalahgunakan untuk kepentingan politik praktis,” saran Alexius.

Pada bagian lain advokat senior ini mengingatkan, tidak tertutup kemungkinan ada anggota tim Pansel KPK punya kepentingan politik yang berafiliasai pada kelompok tertentu untuk menentukan pilihan Ketua KPK.

“Bisa saja terjadi. Karena itu, dibutuhkan seleksi yang ketat dan transparan, sehingga masyarakat dapat mengetahui siapa saja calon tim Pansel KPK, sehingga dapat mengkritik rekam jejak hukum sosoknya. Dengan begitu, mereka yang ditunjuk akan mampu memperbaiki kondisi KPK yang buruk lima tahun belakangan ini,” urai Alexius.

Seperti diketahui, tugas Pansel KPK menyeleksi para calon pimpinan KPK sebelum diserahkan kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test, atau tes uji kepatutan.

“Saya berharap, jika ternyata calon Ketua KPK hasil seleksi Pansel menimbulkan kegaduhan lantaran rekam jejak hukumnya, sebaiknya DPR menolak untuk melakukan tes uji kepatutan. Meminta Pansel KPK menganulir pilihannya,” ujar advokat yang banyak menangani perkara besar menarik perhatian masyarakat itu.

Artinya, lanjut Alexius, jangan sampai kelakuan mantan Ketua KPK Firli Buhari (periode 2019 – 2024) terulang kembali, yakni diduga melakukan gratifikasi terkait kasus korupsi di lingkungan Kementrian Pertanian (Kementan) yang tengah diproses hukum lembaganya. Serta, dua wakil Ketua KPK (Lili Pintauli Siregar dan Nurul Ghufron), yang diperiksa Dewas KPK lantaran diduga pelanggaran etika.

“Harapan saya, hendaknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan asal menyetujui calon Pansel pimpinan dan Dewas KPK yang diusulkan pihak Sekretariat Negara (Setneg). Harus meneliti lebih jauh lagi rekam jejaknya, maupun peran serta atau komitmennya dalam hal pemberantasan korupsi,” pintanya lagi.

Diakui Alexius, sejauh ini sudah mengetahui sebelas nama yang beredar terkait calon Pansel pimpinan dan Dewas KPK yang diusulkan pihak Setneg, yang akan disetujui Presiden Jokowi, dan selanjutnya diserahkan kepada DPR untuk di tes apakah patut atau tidak, jadi Ketua dan anggota Dewas KPK.

Disebutkan, di antaranya M Yusuf Ateh (Kepala BPKP), Ivan Yustiavandana (Kepala PPATK), Erani Yustika (Kasetwapres), Nawal Nely (Profesional), Ambeg Paramarta (Kemenkumham), Nezar Patria (Wamenkominfo), Arief Satria (Akademisi), Bayu Dwi Anggono (Akademisi), Rezki Sri Wibowo (TII), Fauzie Yusuf Hasibuan (Akademisi/advokat), dan Nanik Purwanti (Setneg).

“Profesional atau tidaknya kinerja KPK, sesuai aturan hukum atau tidaknya pola kerja KPK, nasib periode 2024 – 2029 ada di tangan mereka. Jika Pansel KPK salah pilih, dan DPR kurang serius mengujinya, maka lembaga antirasuah ini dipastikan bakal dikelola para penyamun. DPR harus menjaga lembaga ini. Untuk itu, saya berharap sebagaimana harapan rakyat negeri ini, Presiden Jokowi sebagai filter awal agar lebih konsen menentukan siapa saja yang pantas dipilih sebagai tim Pansel KPK periode kali ini,” saran Alexius penuh harap kinerja KPK ke depan lebih kredibel.

Dia berharap seperti itu, setelah mengetahui rekam jejak calon Pansel KPK pilihan Setneg, ada di antara mereka belum punya komitmen dalam hal pemberantasan korupsi. Jadi, bagaimana mungkin dapat memilih secara cermat sosok yang pantas memimpin dan mengawasi KPK, serta yang berintegritas baik. Selain itu, catatan yang perlu digarisbawahi adalah, dari sebelas orang pilihan, lima di antaranya merupakan wakil pemerintah.

“Pertanyaannya, apakah dapat dipastikan bahwa proses pemilihan pimpinan dan Dewas KPK tak diwarnai kepentingan politik praktis pihak tertentu?” pungkas Alexius. (Red)

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...

Kesatuan Nusantara Meriahkan Harlah HIPWIN ke-5 dan HUT RI ke-81 di Taman Wiladatika Cibubur

AMUNISI.CO.ID, JAKARTA — Ormas Kesatuan Nusantara turut memeriahkan peringatan...

Puncak Acara HUT Ke-81 RI di RW 03 Malaka Jaya Meriah: Lurah Ingatkan Bahaya Kebakaran

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun...

Festival Batu Penggilingan IV Hidupkan Kembali UMKM, tetapi Penyuluhan Sejarah Harus Berlanjut

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Festival Batu Penggilingan yang diinisiasi anggota...

Upacara HUT RI ke-81 di SMAN 3 Manado: Kepala Sekolah Ajak Siswa Terus Berinovasi dan Berprestasi

MANADO, AMUNISI.CO.ID --  Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

迎接印尼独立 81 周年 哥打莫巴古第一国立职业学校举办校内竞赛活动

为迎接印度尼西亚共和国独立 81 周年,哥打莫巴古第一国立职业学校(SMKN 1 Kotamobagu)近日举办一系列校内学生竞赛活动。2026 年 8 月 11...

巩固工作计划,印尼郑氏宗亲会(PMZI)完善组织架构及总主席选举章程

印尼郑氏宗亲会(PMZI)理事会于2026年7月10日(星期五)在雅加达北部西帕德芒岸(Pademangan Barat)区的郑瑞强(Zheng Rui Qiang)府邸举行了一场非正式会议。 本次会议自印尼西部时间13:00持续至19:30,旨在制定并完善各项战略工作计划要点,以便日后与印尼郑氏宗亲会总主席共同召开会议进行讨论。 共有八位理事代表出席了此次会议,分别是:郑瑞强(Zheng Rui Qiang)、郑西杰(Zheng Xi Jie)、郑文江(Zheng Bun...

陈永辉在埃迪・萨德利告别仪式上朗诵普图・奥卡・苏坎塔诗作

在送别知名人士埃迪・萨德利的场合上,陈永辉现场朗诵了一首题为《埃迪・萨德利:风雨无阻的情谊》的诗作,以此表达对逝者的追思与敬意。 这首诗由埃迪・萨德利的挚友 —— 诗人普图・奥卡・苏坎塔专门创作,字里行间满是二人历经岁月考验、不受风雨寒暑影响的深厚情谊。陈永辉以真挚的情感、沉稳的语调完成朗诵,让在场众人得以透过文字,重温埃迪・萨德利生前的品格与他和友人之间珍贵的情感联结。 普图・奥卡・苏坎塔的诗作情感饱满、意象真切,既饱含对友人离去的不舍,也赞颂了这份跨越时光、始终如一的真挚友谊,为这场告别仪式增添了一份深沉而动人的诗意。 献给艾迪·萨德利 友谊,不因风雨与烈日而褪色 我们相识于雅加达芒加勿刹(Mangga Besar)的一所房子里, 那是二十世纪七十年代, 当“新秩序”政权正凶猛横行, 践踏着人性的岁月。 那是我们第一次相见, 这份情谊, 一直延续到他生命最后的一次呼吸。 他给予的是理性的勇气; 他向我伸出援手, 把我, 以及许多我所认识的人, 从漆黑的泥沼中拉了出来, 也帮助我们渡过人生惊涛骇浪。 有时, 艾迪·萨德利像一根鞭子, 催人奋进; 有时, 他又像盲人的白手杖, 给予方向与依靠; 有时, 他更像一道光, 照亮前路。 艾迪兄啊, 你是一位耕耘土地、播撒种子的农夫; 到了收获的季节, 你总是邀请众人共享丰收。 一路走好,艾迪兄。 愿你在新的世界里, 永享安乐。 ——普图·奥卡·苏坎塔 2026年7月19日,雅加达·拉瓦芒贡(Rawamangun) Welli Martani (Chen Yong Hui) Membacakan...

美军夜袭伊朗基础设施 造成 8 死 20 伤

伊朗国家通讯社周五通报,美军于周四夜间至周五清晨对伊朗多省基础设施发动袭击,已造成 8 人死亡、20 人受伤。 伊朗卫生部表示,本月美军新一轮袭击累计已造成 38 人死亡、超 400 人受伤,遇难及伤者中包含多名妇女与未成年人,目前仍有 47...
- Advertisement -spot_img