Kasus Gagal Ginjal Pada Anak, Ini Saran Politisi PDIP

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. (Foto: Pemberitaan DPR)

JAKARTA (21/10/2022), AMUNISI.CO.ID – Penyakit gagal ginjal akut, terutama pada anak-anak  saat ini sudah banyak memakan korban jiwa. Bahkan kasus ini fidak saja di kota besar seperti Jakarta, tetapi juga sudah menyasar di sejumlah kota lainnya.

Tentu saja kasus ini membuat resah masyarakat, khususnya mereka yang mempunyai anak masih dibawah umur. Siapa yang harus bertanggungjawab atas marak kasus gagal ginjal pada anak ini? Dan apa yang mesti dilakukan masyarakat? Bagaimana jika harus menempuh jalur hukum, jika ada anak maupun familinya yang meninggal dunia akibat gagal ginjal?

Bacaan Lainnya

Menjawab pertanyaan ini, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/10/2022) menyarankan agar sebaiknya ditempuh sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kalau mau dibawa ke ranah pengadilan, karena misalnya ada kesengajaan, dan atau menjadi faktor penyebab meninggal dunia, itu bisa jadi,” ujarnya.

Namun dia menegaskan,  pengendalian dan penanganan penyakit gagal ginjal akut ini harus menjadi prioritas utama. Bagaimana semua eksponen pemerintah dan jajarannya, baik BPOM, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) maupun seluruh ahli epidemiologi, mencari apa penyebab utama dari gagal ginjal pada anak, yang akhirnya menimbulkan kematian banyak orang.

“Itu prioritas utama kita. Sementara itu sambil berjalan, Badan POM kan telah mengambil langkah investigasi, serta audit seluruh farmasi yang obat-obatannya berbentuk cair sirup Yang kemudian ditemukan ada zat-zat yang melebihi batas kandungan internasional seperti yang ditetapkan BPOM. Ini disebut Rahmad menjadi perhatian bersama,” sebutnya.

Meski demikian, Ia mengingatkan, belum ada keputusan dan menjadi kesimpulan sebagai faktor penyebab dari penyakit gagal ginjal akut tersebut. Karena untuk saat ini yang menjadi prioritas adalah bagaimana bisa menemukannya.

“Itu yang utama,” tambah dia lagi. Karena akan jauh lebih baik,  bertukar pikiran, bertukar pendapat dan bertukar informasi dengan negara-negara lain yang potensinya atau sama dengan Indonesia terhadap adanya korban yang meninggal karena gagal ginjal akut.

“Jadi saat ini yang menjadi faktor penting adalah bagaimana menemukan dulu penyebab penyakit gagal ginjal akut  tersebut. Toh, pada akhirnya belum diketemukan faktor penyebabnya, faktor utamanya belum diketahui,” tambah Rahmad.

Politisi dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah ini mengaku prihatin, dan menjadi keprihatinan bersama karena sudah begitu banyak anak-anak mengalami penyakit gagal ginjal hingga berujung pada kematian. Anak-anak atau disaat masih kecil kata Rahmad sudah mengalami penyakit gagal ginjal akut.

“Ini sungguh mengkuatirkan dan memprihatinkan. Karenanya, kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah untuk menemukan penyebabnya, untuk diketahui bagaimana langkah kuratifnya, antisipatif nya serta bagaimana menghindari nya,” demikian Rahmat Handoyo. ***

Total Views: 583

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *