Asep Dahlan: Fintech Lebih Responsif, Bank Harus Ubah Strategi Kredit UMKM

Konsultan Keuangan, Asep Dahlan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA (23/04/2025), AMUNISI.CO.ID – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia semakin beralih dari bank konvensional ke platform teknologi keuangan (fintech). Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, hingga Februari 2025, outstanding pinjaman fintech mencapai Rp80,07 triliun, dengan 36,53% diantaranya mengalir ke sektor produktif, termasuk UMKM.

Perubahan ini dinilai konsultan keuangan juga pendiri Dahlan Consultant, Asep Dahlan, sebagai ‘alarm” bagi perbankan untuk mempercepat reformasi sistem kredit.

Bacaan Lainnya

“Fintech mengisi celah yang ditinggalkan bank, terutama dalam aksesibilitas dan kecepatan. Jika tidak beradaptasi, bank akan kehilangan pangsa pasar,” kata Asep Dahlan, Rabu (23/4/2025).

Dikenal sebagai Kang Dahlan, ia memperingatkan bahwa meski fintech mendorong inovasi, pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah risiko gagal bayar.

“Fintech lebih responsif, tetapi harus dijaga agar UMKM tidak terjebak utang berbunga tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, kredit UMKM melalui perbankan justru melambat. Pada Februari 2025, pertumbuhannya hanya 2,1% (yoy), turun dari 3% pada Desember 2024. Kontraksi terbesar terjadi pada kredit usaha mikro, yang menyusut 0,9%.

Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Keuangan Non-Bank OJK, menyatakan peningkatan pembiayaan fintech sejalan dengan peta jalan pengembangan platform digital 2023–202

“Ini menunjukkan efektivitas kebijakan mendorong pembiayaan sektor produktif,” ujar Agusman.

Bukan Sekedar Persaingan

Terakhir, Asep Dahlan menekankan, pergeseran ini bukan sekadar persaingan, tetapi momentum membangun ekosistem pembiayaan berkelanjutan bagi UMKM—penggerak utama ekonomi Indonesia. ***

Total Views: 570

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *