UncategorizedKenang Paus Fransiskus, Tokoh Pariwisata Sanggam Hutapea Soroti Warisan Damai dan Toleransi

Kenang Paus Fransiskus, Tokoh Pariwisata Sanggam Hutapea Soroti Warisan Damai dan Toleransi

JAKARTA (23/04/20025), AMUNISI.CO.ID – Sebuah karangan bunga turut menghiasi halaman Kedutaan Besar Vatikan di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (23/4/2025), sebagai bentuk penghormatan dari pemerhati pariwisata Indonesia, Sanggam Hutapea, atas wafatnya Paus Fransiskus, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Kota Vatikan.

Karangan bunga duka cita dari berbagai tokoh nasional memenuhi pelataran nunsiatur tersebut, termasuk dari Presiden RI Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Di antara ungkapan belasungkawa itu, pesan dari Hutapea terbaca jelas: “Rest in Peace, Pope Francis.”

Dalam keterangannya, Sanggam Hutapea mengenang kunjungan bersejarah Paus Fransiskus ke Indonesia pada 3–6 September 2024. Menurutnya, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik, tetapi membawa dampak luas yang menyentuh berbagai aspek kehidupan bangsa.

“Beliau tidak hanya membawa pesan damai dan persahabatan, tetapi juga meninggalkan pengaruh besar bagi kita semua,” ujarnya.

Kunjungan tersebut menjadi momen yang membangkitkan ingatan publik pada lawatan Paus Yohanes Paulus II ke Nusa Tenggara Timur pada 1989. Hutapea menyebut, kehadiran Paus Fransiskus pada 2024 juga mendorong perkembangan wisata religi dan memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kerukunan antarumat beragama.

Namun lebih dari itu, Sanggam menyoroti kesederhanaan pribadi Paus Fransiskus selama berada di Indonesia.

“Beliau menolak penyambutan mewah, memilih naik mobil rakyat, tinggal di Kedutaan Vatikan, bahkan datang dengan pesawat komersial. Itu semua memberi pesan moral yang kuat: bahwa pemimpin besar tak harus hidup dalam kemewahan,” tuturnya lagi.

Bagi Sanggam, tindakan-tindakan kecil penuh makna dari Paus Fransiskus menjadi warisan yang patut dicontoh oleh para pemimpin bangsa.

“Kesederhanaannya adalah teladan. Ia mengajarkan kita bahwa nilai-nilai moral dan kemanusiaan dapat ditunjukkan melalui tindakan sehari-hari,” kata dia.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia patut berbangga karena menjadi negara pertama yang dikunjungi dalam rangkaian perjalanan apostolik Paus Fransiskus ke Asia.

“Itu menunjukkan betapa pentingnya posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan sejati,” tutup Sanggam. ***

- Advertisement -spot_img

BERITA LAINNYA DARI 阿穆尼西

Polda Sulut Dukung Penuh Program Gubernur Terkait WPR dan IPR untuk Kesejahteraan Masyarakat

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara menyatakan...

UKIT Gelar Wisuda 725 Lulusan Tahun 2026, Rektor Pesankan Awal Pengabdian bagi Bangsa dan Negara

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) menggelar...

Reuni Paguanama 2026, Bertemu Cucu Kelas dan Berkunjung ke Rumah Anggota yang Sakit

MALANG, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMA Negeri 3...

Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Resmi Dibuka, Jadi Kado Spesial HUT ke-62 Provinsi Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Program Studi/Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika)...

Reuni Paguanama di Malang 22 s/d 24 September 2026 Diikuti Lebih dari 40 Peserta

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Reuni Paguyuban Alumni SMAN 3 Malang...

Gedung Baru PMI DKI Jakarta Diresmikan, Diharapkan Pelayanannya Meningkat

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Kasatreskrim Minahasa Tenggara Iptu Teguh Said Tegaskan Media Adalah Mitra Kerja

MINAHASA TENGGARA, SULUT, AMUNISI.CO.ID — Kasatreskrim Polres Minahasa Tenggara...

Ketua Umum FORSBI Temukan Sepasang Batu Penggilingan Tebu Kuno di Kabupaten Bekasi

JAKARTA, AMUNISI.CO.ID — Ketua Umum Forum Silaturahmi Betawi Indonesia...

Brigjen Pol Yudho Hermanto Resmi Menjabat Kapolda Sulut

MANADO, AMUNISI.CO.ID — Jabatan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara...
- Advertisement -spot_img